Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2015

Fakta Unik dan Menarik tentang Semut

1. Semut sebagian besar
ditemukan di iklim panas.
2. Terdapat lebih dari 10.000
spesies semut di seluruh dunia.
3. Rentang hidup rata-rata
seekor semut adalah 45 sampai
60 hari.
4. Semut memiliki kaki sangat
kuat yang membantu untuk
berjalan cepat.
5. Warna semut berkisar antara
hitam, hijau, merah, coklat,
kuning, biru, atau ungu.
6. Semut mampu mengangkat
beban sekitar 20 kali berat
tubuhnya sendiri.
7. Semut dewasa tidak dapat
menelan makanan padat.
Mereka bergantung pada jus
(sari makanan) yang diperoleh
dari potongan-potongan
makanan padat.
8. Semut menggunakan antena
sebagai peraba dan pembau.
9. Ukuran semut berkisar dari 2
sampai 7 mm. Carpenter ant
merupakan pengecualian karena
dapat meregang sampai 2 cm
bahkan lebih.
10. Ada setidaknya satu ratu
dalam setiap koloni semut.
11. Semut memiliki dua perut.
Satu perut untuk menyimpan
makanan bagi dirinya sendiri
dan perut lainnya berguna untuk
menyimpan makanan yang bisa
dibagikan ke semut lain.
12. Semut memiliki otak
terbesar di antara semua
serangga. Dikatakan bahwa
kekuatan pemrosesan dalam
otak semut setara dengan
komputer Macintosh II.
13. Beberapa jenis semut dapat
tidur tujuh jam sehari.
14. Semut sebagian besar
merupakan omnivora. Artinya,
mereka merupakan pemakan
segala mulai dari serangga lain,
biji, minyak, dan remah roti.
15. Ratu semut memiliki sayap
ketika lahir. Sayap ini kemudian
tanggal saat ratu semut mulai
membangun koloni.
16. Semut hitam dan semut
kayu tidak memiliki sengat,
namun mereka mampu
menyemprotkan cairan asam
formiat.
17. Semut pemotong daun tropis
menggunakan rahang tajam
yang mereka miliki untuk
memotong daun dan
membuatnya menjadi semacam
bubur (pulp).
Pulp tersebut kemudian
digunakan sebagai media
bercocok tanam jamur yang
menjadi makanan mereka.
18. Salah satu tugas semut
pekerja adalah mengambil
sampah dari sarang dan
kemudian memasukkannya ke
dalam tempat pembuangan
sampah.
19. Ketika seekor semut pekerja
menemukan sumber makanan, ia
akan meninggalkan jejak aroma
untuk menarik semut lain agar
datang ke lokasi tersebut.
20. Semut Slave-Maker
(Polyergus Rufescens)
melakukan penyerangan ke
sarang semut lain dan mencuri
pupa mereka. Setelah menetas,
semut hasil curian tersebut
lantas dijadikan pekerja seperti
layaknya budak.
21. Sekitar 700.000 anggota
dapat ditemukan pada koloni
semut tentara (Eciton Burchelli)

Minggu, 23 November 2014

Fakta-Fakta Terselubung tentang Gajah

Selama ribuan tahun, manusia telah memanfaatkan kekuatan kasar dari gajah Afrika dan Asia untuk segalanya dari perang sampai transportasi. Belalai gajah saja berisi sekitar 100.000 otot dan dapat mengangkat beban hingga seberat 270 kilogram.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Saat ini hanya ada tiga spesies gajah yang hidup. Mereka adalah:
1. Gajah semak Afrika,
2. Gajah hutan Afrika dan
3. Gajah Asia (juga dikenal sebagai gajah India).
Semua spesies gajah yang lainn telah punah.

Ada pula subspesies gajah kerdil atau pygmy elephants dengan nama latin elephas maximus borneensis adalah spesies terkecil gajah, bahkan lebih kecil dari gajah Sumatra. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 2,5 meter, seperti pada ukuran bayi gajah lainnya. Data menunjukkan bahwa DNA pada gajah kerdil adalah sama sekali berbeda dari gajah Asia dan gajah Afrika, hal ini berarti bahwa gajah kerdil merupakan subspesies baru dari gajah. Habitat tempat hidup mereka ada di kedalaman hutan Borneo, perbatasan antara Kalimantan Timur – Indonesia dengan Malaysia.

Pygmy Elephants

~ Tahukah anda bahwa di pulau jawa pun jaman dahulu ada gajah? Nama daerah SLEMAN Yogyakarta berasal dari kata “Alasing Liman” atau “hutannya gajah”

~ Gajah adalah hewan darat terbesar di dunia saat ini. Gajah terbesar yang pernah tercatat ditembak di Angola pada tahun 1956. Gajah jantan itu beratnya sekitar 11.000 kg, dengan tinggi 3,96 meter bahu, 1 meter lebih tinggi dari rata-rata gajah Afrika jantan.

~ Masa kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dari semua hewan darat. Pada saat lahir, bayi gajah memiliki berat sekitar 120kg dengan tinggi 90cm, dan bayi gajah adalah salah satu bayi mammalia terbesar di dunia. Gajah biasanya hidup selama 50 sampai 70 tahun, tetapi gajah tertua yang tercatat hidup selama 82 tahun. Gajah dewasa yang sehat tidak memiliki predator alami, meskipun singa dapat menerkam anak gajah atau individu yang lemah.

~ Dengan berat lebih dari 5 kg, otak gajah lebih besar daripada semua hewan darat lainnya. Oleh karena itu, gajah mempunyai ingatan yang sangat baik dan jarang melupakan perintah – perintah yang telah diajarkan. Seekor gajah mampu mengingat 25 perintah atau aba – aba dan mampu membuat alat untuk digunakan sendiri, sebagai contoh, gajah akan mematahkan tonggak kayu untuk menggaruk punggungnya.

~ Oleh karena daya ingat gajah yang sangat baik, seorang novelist terkenal Agatha Christie, membuat novel yang berjudul ”Elephants Can Remember”. Berkisah tentang seorang penulis Adriadne Oliver yang menuliskan cerita nyata mengenai pembongkaran kasus bunuh diri dua orang temannya 12 tahun yang lalu dibantu oleh detektif Belgia Hercule Poirot.

~ Berbagai macam perilaku yang terkait dengan kecerdasan telah dikaitkan dengan gajah, termasuk yang berhubungan dengan kesedihan, musik, seni, altruisme, bermain, penggunaan alat-alat, belas kasih dan kesadaran diri.

~ Gajah hidup dalam tatanan sosial yang terstruktur. Kehidupan sosial gajah jantan dan betina sangat berbeda. Betina menghabiskan seluruh hidup mereka dalam kelompok keluarga yang terkait erat terdiri dari ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dan bibi. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh perempuan tertua, atau ibu pemimpin. Jantan, di sisi lain, kebanyakan tinggal dan hidup soliter.

~ Gading gajah adalah kedua gigi seri atas. Gading tumbuh terus menerus; gading seekor gajah dewasa tumbuh sekitar 18 cm per tahun. Gading digunakan untuk menggali air, garam, dan akar, menguliti pohon untuk makan kulit kayu, untuk menggali ke dalam pohon baobab agar mendapatkan pulp di dalamnya; dan untuk memindahkan pohon-pohon dan cabang-cabang yang menghalangi jalan. Selain itu, gading juga digunakan untuk menandai pohon sebagai tanda wilayah, dan kadang-kadang sebagai senjata.

~ Proboscis, atau belalai, merupakan perpaduan dari hidung dan bibir atas, memanjang dan khusus untuk menjadi organ gajah yang paling penting dan serbaguna. Gajah Afrika dilengkapi dengan dua bibir di ujung belalai, sementara Asia hanya memiliki satu. Belalai gajah cukup sensitif untuk mengambil sehelai rumput, namun cukup kuat untuk merobek cabang-cabang dari pohon.

~ Belalai juga digunakan untuk minum. Gajah menyedot air ke dalam belalai -hingga 14 liter (15 liter) sekali sedot dan kemudian meniup ke dalam mulut mereka. Gajah juga menyedot air untuk menyemprot pada tubuh mereka selama mandi. Saat berenang, belalai menjadi snorkel yang sangat baik.

~ Gajah adalah perenang yang handal. Mereka dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km. Mereka memiliki dua gaya berjalan: berjalan santai dan gaya berjalan cepat yang mirip dengan berlari.

~ Gajah Afrika, saat ini ditemukan di 37 negara di Afrika. Mereka dibedakan dari gajah Asia dalam beberapa cara, yang paling mencolok telinga mereka umumnya lebih besar. Juga, gajah Afrika biasanya lebih besar dari gajah Asia dengan punggung cekung. Gajah Asia, hanya jantan yang memiliki gading, sedangkan jantan dan betina dari gajah Afrika memiliki gading dan biasanya kurang berbulu dibandingkan sepupu mereka di Asia.

~ Gajah adalah herbivora dan menghabiskan sampai 16 jam sehari untuk makan tanaman. Diet mereka sangat bervariasi, bergantung pada habitat dan daerah. Makanan gajah biasanya adalah daun, kulit batang, dan buah-buahan serta semak-semak, tetapi mereka juga dapat makan rumput yang cukup besar dan herbal.

~ Menurut legenda, semua gajah di daerah tertentu, jika sudah tua, gajah akan pergi ke suatu tempat sendirian untuk menunggu malaikat maut menjemput ajalnya. Tempat itulah yang disebut dengan kuburan gajah dan konon di tempat ini tertimbun banyak sekali gading gajah yang sudah mati, jika kita berhasil menemukannya maka kita akan menjadi kaya.

Selama bertahun-tahun para petualang mencari kebenarannya, meskipun ditemukan kumpulan kerangka gajah, namun bukan berarti itu adalah kuburan gajah. Di Siberia telah ditemukan sejumlah besar gading gajah yang terkubur di dalam tumpukan salju, tetapi gading tersebut ternyata merupakan fosil milik mammoth (gajah purba) yang telah mati 10.000 tahun yang lalu. Desas – desus mengenai kuburan gajah tidak benar adanya, itu hanya merupakan legenda biasa.

Kamis, 16 Oktober 2014

Semua Fakta Unik dan Menarik Tentang Binatang


Hewan Tercepat
The Peregrine Falcon
1. Kalau kita berbicara tentang hewan tercepat di muka Bumi, maka seringkali kita mengaitkannya dengan cheetah, spesies kucing besar yang hidup di dataran Afrika. Diduga kecepatan kucing ini berkisar pada angka 70 mph (114 km/jam). Namun, tahukah kamu bahwa hewan tercepat sebenarnya dipegang oleh seekor burung yang bernama The Peregrine Falcon (Falco peregrinus) dengan kecepatan yang pernah tercatat adalah 390 km/jam (242.3 mph)! Bandingkan dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai oleh mobil balap F1 yang hanya berkisar pada angka 370 km/jam (229mph)! Hewan yang memiliki populasi tersebar di seluruh benua kecuali Antartika ini mulai terancam punah akibat rusaknya habitat tempat mereka tinggal oleh aktivitas manusia.   
Semua Fakta Unik Dan Menarik Tentang Binatang
Ikan Salfish
2. Tahu ikan layar (sailfish)? Ikan yang menjadi favorit para pemancing profesional ini ternyata masih menjadi misteri bagi para ahli bidang biologi kelautan. Hal ini disebabkan karena pergerakan ikan yang enak dagingnya itu sangat cepat dan tingkat perpindahannya (migrasi) sangat tinggi. Selain itu, ikan yang memiliki nama Latin Istiophorus albicans (untuk yang berada di Samudra Pasifik) dan Istiophorus platypterus (untuk yang bermukim di Samudra Atlantik) ini tersebar ratusan mil dari pantai. Sehingga sangat sulit bagi para ahli untuk mencari lokasi pasti mereka, melakukan proses tagging (penomeran),serta pengumpulan data. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan ini memang benar-benar ‘cepat'. Percaya tidak, 36 jam setelah bertelur, telur-telur tersebut langsung menetas! Tidak hanya itu, pertumbuhan tubuh mereka sangat cepat, sekitar 6 kaki per tahun!.
Semua Fakta Unik dan Menarik Tentang Binatang
Kumbang Badak
3. Let's talk about a strongest animal in the world. Berbicara tentang hewan terkuat, sering kali kita menganggap bahwa hewan terkuat adalah gajah. Namun, tahukah kamu, bahwa gajah Afrika hanya mampu mengangkat beban dengan proporsi 25% dari total berat badannya? Coba bandingkan dengan seekor kumbang badak (The rhinoceros beetle) mampu membawa beban sebanyak 850 kali dari total berat badannya! Dengan kata lain, secara proporsi berat badan, gajah masih kalah dengan manusia yang mampu mengangkat beban hingga 10 kali berat badannya, bahkan lebih. 

4. Burung Unta (Ostrich) bukan sembarang burung. Tinggi badannya dapat mencapai 2,5 meter dengan berat 180 kg. Selain besar, Burung Unta juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Burung ini bisa bertahan hidup pada suhu di atas 40 derajat Celcius hingga suhu 0 derajat Celcius. Umurnya juga terbilang panjang, bisa mencapai usia sekitar 50 tahun. Walau begitu, sekalipun Burung Unta sedemikian besar, pengeluaran untuk biaya makan Burung Unta hanya mencapai kira-kira US$ 75 setahun. Kesulitan umum satu-satunya dalam memelihara Burung Unta adalah masalah kandang. Diperlukan lahan yang cukup luas, dan berpagar. Masalahnya, sekali seekor Burung Unta lari keluar dari pagar, kamu perlu sebuah mobil untuk mengejar dan menangkapnya, karena Burung Unta dapat berlari hingga kecepatan 50 km/jam!  
Semua Fakta Unik dan Menarik Tentang Binatang
Paus Biru (Balaenoptera Musculus)
5. Menurut para ilmuwan, hewan yang memiliki suara paling keras adalah ikan paus biru (Balaenoptera Musculus), yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. Suara ikan paus biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Bahkan lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. Seberapa keraskah suara ikan paus biru tersebut? Suara ikan tersebut adalah 188 desibel..! Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). Perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali. Ini adalah salah satu alasan bagi kita semua untuk bersyukur bahwa ikan paus biru tersebut hanya tinggal di dalam laut, hehe....   
Semua Fakta Unik dan Menarik Tentang Binatang
STout Infantfish
6. Mau tahu hewan bertulang belakang (vertebrata) terkecil di dunia? Sejenis ikan kerdil yang disebut stout infantfish ditetapkan sebagai hewan bertulang belakang paling mungil dan paling ringan sedunia. Ikan yang hidup di sekitar perairan Great Barrier Reef, Australia, ini panjangnya hanya 7 milimeter! Sebenarnya, ikan dari Australia itu memiliki saingan, yaitu sejenis ikan yang memiliki nama latin paedocypris progenetica yang ditemukan di rawa-rawa gambut di Pulau Sumatera. Hewan tersebut memiliki panjang sekitar 7,9 milimeter. 

60 FAKTA UNIK HEWAN

1. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6000buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam

2. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta

3. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya

4. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm

5. Kalajengking bisa dibunuh dengan menyiramnya dengan cuka,mereka akan murka dan menyengat dirinya sendiri

6. Macan adalah anggota terbesar dalam keluarga kucing

7. Nama asli butterfly (kupu-kupu) adalah flutterby.

8. Lobster dapat hidup selama 100 tahun

9. Rahang kucing gak bisa bergerak kekiri dan kanan

10. Semua beruang kutub kidal

11. Kelelawar selalu belok kiri jika terbang keluar gua

12. Siput bisa tidur selama 3 tahun

13. Kucing bisa membuat lebih dari 100 bunyi vokal, anjing hanya bisa sekitar 10

14. . Gigi berang-berang tak pernah berhenti tumbuh

15. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang

16. Tikus beranakpinak sangat cepat dan dalam waktu 18 bulan, dua
tikus dapat memiliki lebih dari 1 juta keturunan.

17. Seekor Babon bernama ‘Jackie’ menjadi prajurit resmi dalam angkatan bersenjata Afrika Selatan pada Perang Dunia I

18. Jantung ikan paus biru berdenyut 9 kali dalam semenit

19. Kupu-kupu melihat dengan 12000 mata

20. Ayam yang sudah terpenggal lehernya masih mampu lari sepanjang lapangan bola sebelum benar-benar mati.

21. Kecoak bisa hidup 9 hari tanpa kepala, dan akan mati karena kelaparan

22. Umur dari capung adalah 24 jam

23. Beruang dewasa dapat lari secepat kuda

24. Tulang kuda lebih banyak 18 buah dari tulang manusia

25. Ubur-ubur terdiri dari 95% air

26. Kulit Zebra adalah putih yang bergaris hitam

27. Kecuali manusia dan monyet, semua mamalia buta warna

28. Tikus dan kuda tidak bisa muntah

29. Kucing berkeringat melalui telapak kakinya (terutama saat mendengar gonggongan anjing)

30. Kucing tidak bisa merasakan rasa manis

31. Sapi tidak punya gigi atas

32. Buaya tidak bisa menjulurkan lidah

33. Kentut sapi termasuk penyebab utama global warming

34. Semut selalu jatuh miring ke kanan jika diberi racun serangga

35. Kucing rumah benci bau lemon dan semua yang berbau sitrus

36. Indra perasa kupu-kupu ada dikakinya

37. Mata burung unta lebig besar dari otaknya

38. 80% dari seluruh binatang di dunia adalah serangga

39. Lalat meloncat mundur saat akan terbang

40. Sekeor kucing memiliki 32 otot pada tiap telinga

41. Macan mempunyai kulit yang belang,bukan hanya bulu yang belang.

42. Kambing mempunya pupil mata segi empat

43. Hamster sangat suka makan jangkrik

44. Tanduk badak terbuat dari rambutnya yang mengeras

45. Kutu rambut sebenarnya lebih suka hidup di kulit kepala yang bersih dari pada yang kotor

46. Kulit beruang kutub sebenarnya hitam. Bulunya berwarna bening, dan tampak putih di salju.

47. Landak punya sidik jari yang mirip manusia.

48. Kuda Nil kentut lewat mulut.

49. Jika kita memelihara ikan mas dalam ruangan yang gelap, warnanya akan berubah putih.

50. Jaguar takut pada anjing

51. Koala punya dua jempol

52. Gajah hanya tidur 2 jam dalam sehari

53. Nyamuk lebih suka anak-anak daripada orang dewasa.

54. Babi tidak dapat berkeringat karena tidak punya kelenjar keringat. Mereka berlumur lumpur untuk mendinginkan kulitnya.

55. Ikan hiu kebal terhadap kanker

56. Beberapa jenis cacing pita akan memakan dirinya sendiri jika kelaparan.

57. Pinguin hanya ada di kutub selatan, dan tidak bisa menyebrangi equator.

58. Ikan mas yang bunting disebut ‘twit’.

59. Penguin adalah burung yang tidak bisa terbang tapi bisa berenang.

60. Daya ingat ikan hanya 3 detik

Kamis, 07 November 2013

Tapir Asia, Paling Unik Di Sumatera


 
Tapir Asia Sumatera

Satu lagi fauna unik dari Sumatera Indonesia. Tapir Asia (Tapirus indicus) adalah salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia. Nama Tapir Asia sendiri adalah karena hewan ini merupakan satu-satunya tapir yang berasal dari Asia.

Kuku Kaki Tapir Asia 

Tinggi Tapir Asia mencapai 90 hingga 107 cm dengan bobot rata-rata 250 hingga 320 kg. Bahkan Tapir Asia terberat adalah 500 kg. Pada umumnya, ukuran antara tapir jantan dan betina tidaklah sama. Tapir Asia jantan cenderung lebih kecil daripada yang betina. Menariknya lagi, jika Anda memiliki cukup adrenalin, cobalah untuk mendekat dan memperhatikan dengan seksama jumlah kuku yang dimiliki Tapir Asia. Ya, Jumlah antara kuku kaki depan dengan kuku kaki belakang berbeda. Kaki belakang memiliki 3 kuku sementara kaki depan memiliki 4 kuku. Belum lagi tubuhnya yang cukup panjang, yaitu berkisar antara 1,8 m hingga 2,4 m.

Tapir Asia Tidur Pada Siang Hari 

Hal lain yang juga perlu Anda tahu adalah bahwa Tapir Asia memiliki beberapa keunikan. Bisa dibilang, Tapir Asia adalah kelas hewan cerdas dan mempunyai banyak kelebihan. Selain hanya memakan tumbuhan seperti daun dan umbi, hewan ini juga sangat aktif bergerak di malam hari. Sebaliknya, Tapir Asia lebih memilih untuk beristirahat pada siang harinya. Padahal sesungguhnya kualitas indera penglihatan Tapir Asia cukup buruk. Berbeda dengan indera pendengaran dan penciumannya yang dapat diandalkan. Meski begitu, mereka mampu lihai berjalan-jalan di daerah curam dan memilih untuk tinggal di area basah atau berair. Bahkan Tapir Asia terampil berenang dan dapat bertahan di air untuk beberapa saat lamanya. Komunikasi antara sesama pun mereka jalin dalam bentuk siulan yang kencang.

Bagi Anda yang belum pernah melihat tapir ini sebelumnya, akan merasa asing dengan warna bulu hewan ini. Bentuk mulutnya yang panjang akan langsung mengingatkan kita dengan binatang babi, padahal Tapir Asia justru memiliki kekerabatan dengan badak dan kuda. Bulu Tapir Asia berwarna hitam, terkecuali pada bagian ujung telinga yang terlihat putih. Aksen hitam putih ini sekilas membuatnya tampak seperti bebatuan.
Pada umumnya, karakter Tapir Asia adalah kurang menyukai keramaian. Fauna Sumatera ini lebih senang menyendiri. Tapir Asia cukup cerdas dalam membatasi wilayah kekuasaannya agar tidak diganggu oleh kawanan lainnya dengan menyebarkan urine di tumbuhan-tumbuhannya. Sehingga saat mereka bermain-main di hutan, mereka mengenali area dari bau urine tersebut. Tetapi tidak jarang juga area yang ditandai itu adalah bekas milik yang lainnya.

Bayi Tapir Sedang Menyusu Induknya 

Rata-rata usia fauna Sumatera ini dapat mencapai 30 tahun. Di sisi lain, kelahiran bayi Tapir cukup lama untuk dinantikan sebab masa kehamilannya sekitar 400 hari dengan bobot sekitar 15 pon. Perbedaan mendasar dari Tapir Asia adalah ukuran dan pertumbuhannya yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan tapir lainnya. Ketika baru lahir pun, warna yang dibawanya akan berubah saat beranjak dewasa. Usia dewasa untuk Tapir Asia biasanya sudah dimulai pada tahun ketiga.


Gajah Sumatera, Hewan Unik Khas Sumatera


Gajah Sumatera

Gajah Sumatera merupakan subspesies dari gajah Asia. Kini, gajah adalah jenis hewan yang paling besar yang hidup di alam. Gajah Sumatera bahkan menjadi mamalia dengan ukuran tubuh terbesar di Nusantara. Ciri khas fisik gajah adalah belalai dan gadingnya. Gajah Sumatera jantan memiliki gading yang lebih pendek dikelasnya, sementara Gajah Betina Sumatera lebih unik lagi karena memiliki gading yang sangat pendek. Jika Anda melihat sekilas, akan tampak seolah gading itu bersembunyi di balik bibir atasnya.

Gajah Sumatra 

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus adalah hewan cerdas yang memiliki ukuran otak lebih besar dibandingkan dengan mamalia lainnya. Hewan raksasa ini membutuhkan asupan 150 kg dedaunan sebagai makanannya dan 180 liter air setiap hari. Sekali minum, Gajah Sumatera bisa menghabiskan 9 liter air dengan menghisapnya melalui belalai. Selain untuk minum, belalai hewan ini juga berfungsi untuk menggamit benda pada bagian ujungnya. Bobot Gajah Sumatera pada umumnya berkisar antara 4 hingga 6 ton dengan tinggi tubuh 1,7 hingga 2,6 meter. Dengan ukuran raksasanya, Gajah Sumatera dapat berkelana sejauh 20 km dalam waktu satu hari demi memenuhi asupan makanannya. Gajah Sumatera memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bunyi-bunyian, hal ini didukung oleh ukuran telinga mereka yang cukup besar. Dalam hal usia, Gajah Sumatera yang hidup dalam perawatan biasanya mampu bertahan hidup lebih lama yaitu 70 tahun, dibandingkan dengan yang hidup di alam hutan liar, pada umumnya mereka berumur lebih pendek karena banyaknya ancaman yang menggangu kelangsungan hidupnya.

Mobilitasnya yang cukup tinggi mengakibatkan Gajah Sumatera dapat hidup dalam tipe habitat yang berbeda-beda, diantaranya seperti Hutan rawa, Hutan rawa gambut, Hutan dataran rendah, dan Hutan hujan pegunungan rendah. Gajah Sumatera menyukai hutan yang ditumbuhi pepohonan yang lebat, selain dapat dijadikan tempat berteduh untuk menstabilkan suhu tubuh saat cuaca panas, juga karena hewan raksasa Sumatera ini membutuhkan suplai makanan hijau untuk menu utama dan juga pelengkap guna memenuhi asupan mineral kalsium untuk pertumbuhan gading, tulang serta gigi. Tidak hanya pepohonan yang lebat, mereka juga akan memilih habitat yang memiliki sumber air. Mereka adalah spesies yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk minum dan berkubang. Uniknya, gajah menggunakan mulut untuk minum ketika berendam di sungai, namun menggunakan belalai saat minum di daerah rawa dan sungai dangkal. Gajah Sumatera memilih untuk makan saat hujan atau setelah hujan reda agar dapat memenuhi kebutuhan garam mineral dalam tubuhnya seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Cara cerdas lainnya yang mereka lakukan adalah dengan menggemburkan tanah tebing atau memakan gumpalan tanah yang mengandung garam. Ekstrimnya, hewan khas Pulau Sumatera ini kerap melukai bagian tubuhnya agar dapat menyikat darahnya yang mengandung garam.

Gajah Sumatra Hidup Berkelompok 
Sifat khas lain yang dipunyai hewan ini adalah kecenderungannya untuk hidup berkelompok. Dalam penjelajahannya, kawanan gajah akan mempertahankan kelompoknya dan saling berkomunikasi melalui suara yang bersumber dari getaran pangkal belalainya. Reproduksi gajah betina berfungsi secara matang pada usia 8 hingga 10 tahun, cukup muda apabila dibandingkan dengna masa reproduksi gajah jantan yang matang saat menginjak tahun ke-12 hingga 15. Tahukah Anda bahwa betina endemik Sumatera ini memerlukan waktu 19 hingg 21 bulan dalam masa kehamilan hingga melahirkan dan hanya melahirkan satu ekor saja. Bayi gajah pada umumnya menyusu pada sang induk selama dua tahun dan lahir dengan bobot 90 kg.

Sayangnya, Gajah Sumatera masuk dalam golongan satwa terancam punah (endangered) pada daftar merah spesies terancam oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Banyak hal yang memicu kepunahannya, mulai dari serangan liar dalam hutan, pembebasan lahan untuk area perkebunan dan pembangunan, serta pembantaian yang dilakukan manusia karena menganggap hewan ini sebagai musuh yang terkadang memasuki pemukiman masyarakat akibat hutan habitat mereka yang terus menerus dirambah oleh kepentingan bisnis komersial.

Harimau Sumatera, Si Buas Penghuni Hutan Sumatera


Harimau Sumatera

Flora dan fauna khas Sumatera tersebar luas dengan aneka karakteristiknya yang beragam dan sangat unik. Kali ini kita akan berkenalan dengan spesies hewan buas khas Sumatera yang memiliki banyak keunikan yang harus Anda ketahui

Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae 

Menjadi yang terkecil dalam jenisnya, bukan berarti membuat Harimau Sumatera atau Panthera tigris sumatrae mudah untuk ditaklukkan. Hewan ini merupakan jenis yang pandai berenang di dalam air. Hal ini turut didukung oleh selaput yang terdapat di sela-sela jari kakinya. Bahkan, penduduk kadang menjuluki mereka dengan istilah “kucing air”. Mereka juga mampu memanjat pohon demi mengejar mangsanya. Tidak hanya itu, Harimau Sumatera juga dapat menyesuaikan diri dengan segala kondisi, baik itu di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Harimau Sumatera termasuk dalam kategori hewan soliter yang mengejar mangsanya pada malam hari. Sebelumnya, target buruannya itu diintai terlebih dahulu sebelum menerkam dan menyantapnya. Hewan seperti babi, kijang, rusa, unggas, ikan, dan orang utan adalah sederet jenis hewan yang menjadi target buruan Harimau Sumatera. percayakah Anda? Di samping menyantap hewan lainnya, ternyata kawanan Harimau ini juga menggemari buah durian.

Panthera tigris sumatrae 

Identitas Harimau Sumatera secara fisik dapat Anda kenali dari warna dan bentuk tubuhnya. Selain berwarna lebih gelap dengan pola hitam yang dominan dibandingkan harimau lainnya, Panthera tigris sumatrae memiliki tekstur belang yang tipis. Janggutnya ditumbuhi banyak rambut. Harimau Sumatera betina memiliki bobot sekitar 200 pound atau setara dengan 91 kg dengan panjang 78 inci atau 198 cm, sementara Harimau Sumatera jantan lebih berat dengan bobot 300 pound atau 140kg dengan ukuran rata-rata 92 inci atau 250 cm dari kepala ke bagian kaki. Uniknya, bulu kawanan betina akan berubah menjadi hijau gelap kala melahirkan. Keunggulan lainnya adalah fauna buas ini mempunyai mata dan telinga yang sangat tajam. Ini sangat berperan dalam membantu kehidupan mereka yang berkembang di alam hutan liar.

Anak Anak Harimau Sumatera 

Harimau Sumatera tidak membutuhkan waktu khusus untuk
 masa reproduksi. Demi melahirkan generasi baru, Harimau Sumatera betina memerlukan waktu selama 103 hari dan biasanya melahirkan 2 atau 3 ekor anak. Indera penglihatan anak harimau berfungsi pada hari ke sepuluh setelah hari kelahirannya. Selama 8 minggu pertama harimau-harimau junior tersebut hanya meminum air susu induknya dan baru akan mengkonsumsi makanan padat. Menginjak usia 18 bulan, mereka sudah berani berburu tanpa didampingi induknya. Harimau Sumatera dapat bertahan hidup dalam kurun 15 hingga 20 tahun.

Senada dengan kondisi hewan endemik pada umumnya, populasi Harimau Sumatera kian menurun. Perburuan, pembebasan lahan hutan, dan aktivitas ekonomi lainnya mengganggu keseimbangan habitat mereka. Penangkapan babi dan rusa yang kerap dilakukan masyarakat juga merusak sistem rantai makanan para hewan di dalam hutan. Apalagi, dalam satu tahun setidaknya Harimau Sumatera membutuhkan 50 ekor babi sebagai makanannya. Berkurangnya jumlah hewan yang menjadi target mangsanya, tentu sangat mempengaruhi kelangsungan hidup mereka. Banyaknya peminat barang-barang yang terbuat dari kulit Harimau asli pun menjadi salah satu ancaman yang sulit dihindari sekalipun telah diatur dalam UU pasal 21 nomor 5 tahun 1990 poin (d) yang berbunyi “setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia”. Bagi yang melanggar hukum ini dijatuhi sanksi pidana maksimal 5 tahun kurungan dan maksimum denda sebesar Rp. 100 juta. Sayangnya, hingga kini ketegasan hukum yang telah disahkan ini tetap tidak mampu menghentikan perburuan terhadap Harimau Sumatera di Pulau Sumatera.

Jumat, 25 Oktober 2013

Pesut Mahakam Mamalia Air Paling Langka

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) bisa jadi merupakan mamalia air paling langka di Indonesia. Populasi Pesut Mahakam diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor saja. Pun Pesut Mahakam yang merupakan sub-populasi Orcaella brevirostris hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur saja. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian Pesut Mahakam ditetapkan sebagai fauna identitas provinsi Kalimantan Timur.

Pesut merupakan mamalia air yang unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut (Orcaella brevirostris) hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.

Pesut Mahakam adalah salah satu sub-populasi pesut (Orcaella brevirostris) selain sub-populasi Sungai Irrawaddi (Myanmar), sub-populasi Sungai Mekong (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sub-populasi Danau Songkhla (Thailand), dan sub-populasi Malampaya (Filipina). Pesut yang termasuk salah satu satwa dilindungi di Indonesia ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai Irrawaddy Dolphin atau Dolphin Snubfin.
Diskripsi Pesut. Pesut Mahakam dewasa mempunyai panjang tubuh hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat.

Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Pesut Mahakam, tinggal 70 ekor
Pesut Mahakam, tinggal 70 ekor

Habitat dan Populasi. Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris sub-populasi sungai Mahakam) hidup di sungai Mahakam pada daerah sekitar 180 km dari muara sungai hingga 600 km dari daerah hulu. Lokasi yang diduga didiami mamalia air tawar ini antara lain Kedang Kepala, Kedang Rantau, Belayan, Kedang Pahu, dan anak sungai Ratah, serta sebagai danau Semayang dan Melintang (Kreb 1999, 2004).
Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.

Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.
Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Pesut Mahakam memang benar-benar unik. Mamalia air yang hidup di air tawar dengan habitat dan persebarannya yang terpisah-pisah di beberapa tempat yang salah satunya di Kalimantan, Indonesia. Namun Pesut Mahakam juga satwa dengan ancaman kepunahan tertinggi dengan populasi yang tidak lebih dari 70 ekor saja. Anugerah dan keunikan yang hanya akan disia-siakan oleh bangsa yang bodoh, tentunya.

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Cetacea; Famili: Delphinidae; Genus: Orcaella; Spesies: Orcaella brevirostris.

Kamis, 24 Oktober 2013

Kanguru Pohon Wondiwoi atau Dendrolagus mayri

Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) atau dikenal juga sebagai Wondiwoi Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo merupakan salah satu jenis kanguru yang hidup di pulau Papua, Indonesia. Kanguru Pohon Wondiwoi bahkan merupakan hewan endemik yang hanya ditemukan di pulau Papua.
Beberapa ahli memasukkan Kanguru Pohon Wondiwoi sebagai sub-spesies dari Dendrolagus dorianus (Kanguru Pohon Dorius). Namun sebagian ahli lainnya memberlakukannya sebagai spesies tersendiri.
Kanguru pohon asal Papua ini hanya diketahui dari sebuah spesimen tunggal yang ditemukan pada tahun 1928 oleh Profesor Ernst Mayr (Jerman) dari Pegunungan Wondiwoi yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Nama hewan ini dalam bahasa Inggris adalah Wondiwoi Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo. Sedangkan nama latin (ilmiah) dari Kanguru Pohon Wondiwoi adalah Dendrolagus mayri.

Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri)
Ilustrasi Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri)

Hingga kini masih sedikit sekali yang diketahui tentang spesies Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) ini. Berdasarkan satu-satunya spesimen yang ditemukan Ernst Mayr, kanguru endemik Papua ini mempunyai berat sekitar 9,25 kg. Bulunya berwarna hitam suram dengan beberapa bagian yang berwarna kekuningan. Daerah pantat dan tungkai berwarna kemerahan dengan ekor keputihan.
Habitat Kanguru ini diperkirakan di daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.600 meter dpl. Daerah sebarannya terbatas di semenanjung pegunungan Wondiwoi Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Sebagaimana berbagai jenis kanguru pohon lainnya, Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) yang merupakan hewan berkantung ini diperkirakan lebih banyak melakukan aktifitas di atas pohon. Makanan kesukaannya adalah daun dan buah. Selain itu, kanguru khas pulau Papua ini juga memakan biji-bijian, bunga, getah, telur, anak burung, dan bahkan kulit.
Sangat Langka dan Terancam Punah. Populasi pasti Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) tidak pernah diketahui. Namun IUCN Red List memprediksi jumlah populasi kanguru pohon ini sekitar 50 ekor individu saja. Lantaran itu tidak mengherankan jika kemudian IUCN Red List memasukkan Kanguru Pohon Wondiwoi atau Wondiwoi Tree-kangaroo sebagai spesies Critically Endangered atau spesies yang sangat terancam punah (Kritis).
Untungnya semua jenis kanguru pohon dari genus Dendrolagus termasuk satwa yang dilindungi dan termuat dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan satwa yang dilindungi sehingga spesies kanguru pohon yang satu ini, meskipun kurang dikenal, tetap tercantum.
Saking langkanya, jangan tanya apakah saya pernah melihat kanguru jenis ini. Menemukan gambar hewan ini di internet saja saya tidak dapat. Yang ada hanyalah sebuah gambar ilustrasi Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) berdasarkan spesimen yang ditemukan tahun 1928.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Diprotodontia; Famili: Macropodidae; Genus: Dendrolagus; Spesies: Dendrolagus mayri.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)



badak jawaBadak jawa atau javan Rhinoceros (Rhinoceros sondaicus) adalah binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton, berkulit pucat. Badak Jawa pernah tersebar di hampir seluruh wilayah gunung di Jawa Barat, seperti gunung Gede-Pangrango, Gunung salak, Gn. Tangkuban Perahu dan gunun Ciremei.
Nama sebutan Badak Jawa agaknya kurang tepat karena distribusi alaminya, sejauh yang bisa dipastikan, pernah mencapai kawasan Sungai Brahmaputra di Bangladesh sampai Vietnam serta ke sebelah barat daya Cina, dan deskripsi badak pertama berasal dari spesimen yang ditemukan di Sumatera. Distribusi aslinya secara menyeluruh tidak akan pernah dapat diketahui, karena pada suatu waktu yang berbeda dan pada suatu tempat yang berbeda badak Jawa ini pernah dikacaukan dengan badak Sumatera Dicerorhinus sumatrensis dan badak India/bercula satu Rhinoceros unicornis. 
Dulu badak ini hanya dikenal dan bagian selatan Jawa Barat dan dari Gn. Slamet di Jawa Tengah, meskipun fosil yang masih ada ditemukan di sebelah utara Yogyakarta. Ketika Junghuhn mendaki Gn. Pangrango pada tahun 1839 (pendakian pertama yang tercatat dilakukan oleh orang Eropa) ia mengejutkan dua badak Jawa di dekat puncak gunung, seekor sedang berendam di suatu sungai kecil dan yang lain sedang merumput di pinggir sungai (Junghuhn 1854). Beberapa jalan setapak di beberapa gunung mengikuti bekas jejak badak, dan jalur-jalur di gunung-gunung yang ada dijawa mungkin merupakan sisa terakhir dari kehadiran binatang besar ini. 
Dua belas ekor badak Jawa terakhir yang terdapat di Sumatera telah ditembak oleh pemburu-pemburu Belanda antara tahun 1925-1930, dan setelah itu seekor lagi ditembak di Karangnunggal (Tasikmalaya) pada tahun 1934.
Sampai akhir abad ke-19 penduduk kota Bandung masih bisa menyaksikan adanya badak jawa, mereka menyebutnya badak priangan. Tidak mengherankan bila di Bandung ada daerah yang bernama Rancabadak. Namun pada tahun 1895 seorang pemburu Belanda menembak mati badak jawa tidak jauh dari kota Bandung, itulah badak jawa terakhir di kota Bandung.
Orang percaya bahwa sisa populasi badak Jawa sekarang hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon, tempat keberadaannya pertama dilaporkan pada tahun 1861. Meskipun demikian, pada tahun 1989, sepuluh ekor badak jawa ditemukan bertahan hidup di sepanjang sungai Dong Nai di bagian selatan Vietnam.
Badak Jawa adalah pemakan tunas dan rerumputan. Badak memakan daun-daun muda, tunas-tunas dan ranting-ranting yang tumbuh di permukaan tanah. Jika makanan ini tidak dapat dijangkau karena terlalu tinggi, maka badak akan berusaha mematahkan batangnya dengan cara menabrakkan dirinya pada batang tersebut, atau dengan cara menghancurkan batang dengan giginya.
Ada lebih dari 150 jenis tumbuhan yang diidentifikasi sebagai makanan badak, dan kemungkinan besar semua jenis tumbuhan tersebut yang dapat dicapai dan ukurannya sesuai akan dimakan. Badak memakan makanannya di berbagai tipe vegetasi, meskipun kebanyakan dilakukan di tempat-tempat yang tidak terlindung, misalnya, di antara pepohonan yang roboh atau di padang semak-belukar tanpa pepohonan. 

Badak jawa memiliki satu cula yang terletak di ujung hidungnya. Indra penciuman dan pendengarannya sangat tajam, tetapi badak jawa memiliki penglihatan yang kurang baik (rabun dekat). Badak Jawa melahirkan setiap 3-5 tahun sekali. Lama mengandung 16 bulan, umumnya melahirkan satu ekor anak saja dan dipelihara induknya hingga umur 2 tahun, setelah dewasa anak tersebut meninggalkan induknya. Usia badak jawa bisa mencapai hingga 50 tahun.
Keragaman makanan badak mungkin merupakan tanggapan terhadap kebutuhan untuk membatasi atau mencegah racun yang masuk, memaksimalkan kandungan mineral tertentu, serta menanggulangi kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh keragaman musim. Karena hampir semua catatan tanaman pangan berasal dari observasi tidak langsung, maka sangat relevan untuk memperhatikan bahwa kerusakan pada batang-batang pohon yang umum dilakukan oleh badak dapat juga disebabkan oleh banteng dan rusa.
Badak adalah salah satu mamalia purba yang masih hidup. Nenek moyang badak jawa Baluchitherium, telah hidup 50 juta tahun yang lalu, sejak jaman Erasia. Badak Jawa masih satu kerabat dengan kuda dan keledai, yakni hewan yang memiliki kuku ganjil.
Cula badak adalah evolusi dari rambut badak yang bersatu dan mengeras. Sejak jaman dahulu manusia memburu badak hanya untuk mendapatkan culanya. Konon cula badak dijadikan ramuan obat-obatan atau jadi barang kerajinan seni berharga.
Ada 5 jenis badak yang ada di bumi yakni:
1. Badak afrika putih
2. Badak afrika hitam
3. Badak india
4. Badak sumatra
5. Badak jawa
Badak Sumatera memiliki dua buah cula yang bisa mencapai panjang 80cm di bagian depan  dan 20 cm di bagian belakang. Tinggi badan 140 cm dan panjang mencapai 3 meter. Badak Sumatera dapat dijumpai di pulau Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) atau sering juga disebut badak kerbau. Badak ini (Dicerprhinus harrissoni) juga dapat ditemukan di kawasan hutan di Kalimantan timur.
Badak india (Rhinoceros unicornis) memiliki satu cula yang panjangnya mencapai 60 cm. Tinggi badan 170 cm, dan panjang 3,8 meter. Badak ini hidup di anak benua bagian selatan.
Badak afrika putih (Cerathotherium simum) adalah badak paling besar dengan tinggi badan 1,8 meter dan panjangnya bisa mencapai 5 meter, memiliki dua buah cula. Cula depan bisa mencapai 137 cm panjangnya dan cula kedua panjangnya bisa mencapai 60 cm.
Badak afrika hitam atau Dicerros bicornis tingginya bisa mencapai 1,6 meter dan panjangnya 4 meter. Memiliki dua buah cula yang panjuangnya bisa mencapai 70cm di depan dan 50 cm di belakang.
Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah jenis badak yang paling kecil dengan tinggi badan 140 cm, dan panjangnya 3 meter. Memiliki satu cula dengan panjang mencapai 30 cm.

Minggu, 20 Oktober 2013

Penurunan Populasi, Macan Tutul Ini Terancam Punah


detail berita
Macan tutul salju (Foto: Bitrebels)
Kelompok konservasi hewan asal Amerika Serikat, mengungkap turunnya populasi macam tutul salju yang mendiami wilayah Timur Tengah. Berdasarkan catatan peneliti, mamalia dengan julukan "kucing besar" ini hanya tinggal tersisa 2.000 ekor di dunia.

Dilansir Sci-tech-today, Minggu (9/12/2012), populasi macan tutul salju terancam, dengan hanya 2.000 ekor di dunia. Kelompok konservasi telah bertugas dengan tantangan untuk menemukan dan menangkap macan tutul salju serta memasangkan collar atau pelacak GPS pada hewan tersebut.

Collar atau kerah yang dipasangkan pada tubuh hewan tersebut akan memberikan peneliti kesempatan untuk mengumpulkan data selama 13 bulan. Instrumen tersebut digunakan untuk mempelajari perilaku macan tutul salju dalam upaya untuk melindungi spesies.

Boone Smith beserta National Geographic melakukan penelitian ketiga untuk menemukan macan tutul salju di wilayah pegunungan Afghanistan. "Kami mengetahui sedikit tentang macan tutul salju. Sehingga, semua yang kami dapatkan dari collar GPS tersebut adalah hal yang baru," ujar Smith.

Smith mengungkap, macan tutul salju merupakan hewan legendaris. "Ini merupakan 'kucing' paling sulit di dunia untuk ditangkap dan ditemukan," tambahnya.

Kabarnya, ada sekitar 100 hingga 200 macan tutul salju di wilayah Afghanistan dan 2.000 ekor macan tutul di dunia. Karena jumlahnya yang sedikit, macan tutul salju belum pernah dipelajari seperti spesies hewan lain.

Wikipedia menerangkan, macan tutul salju (Uncia uncia) adalah sejenis kucing berukuran besar. Hewan ini memiliki panjang tubuh mencapai 130 centimeter dan panjang ekor sekitar 100 centimeter.

Spesies ini mempunyai bulu tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam kecoklatan. Macan tutul salju tersebar di pegunungan salju Asia Tengah, mulai dari Afganistan sampai Tibet bagian timur.

Mangsa utama hewan ini terdiri dari kambing gunung, kelinci dan binatang-binatang lain yang terdapat di sekitar habitat macan tutul salju. Walaupun dilindungi di hampir semua negara, macan tutul salju diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan hewan ini diburu, terutama untuk diambil bulunya.

Penurunan Populasi, Macan Tutul Ini Terancam Punah


detail berita
Macan tutul salju (Foto: Bitrebels)
Kelompok konservasi hewan asal Amerika Serikat, mengungkap turunnya populasi macam tutul salju yang mendiami wilayah Timur Tengah. Berdasarkan catatan peneliti, mamalia dengan julukan "kucing besar" ini hanya tinggal tersisa 2.000 ekor di dunia.

Dilansir Sci-tech-today, Minggu (9/12/2012), populasi macan tutul salju terancam, dengan hanya 2.000 ekor di dunia. Kelompok konservasi telah bertugas dengan tantangan untuk menemukan dan menangkap macan tutul salju serta memasangkan collar atau pelacak GPS pada hewan tersebut.

Collar atau kerah yang dipasangkan pada tubuh hewan tersebut akan memberikan peneliti kesempatan untuk mengumpulkan data selama 13 bulan. Instrumen tersebut digunakan untuk mempelajari perilaku macan tutul salju dalam upaya untuk melindungi spesies.

Boone Smith beserta National Geographic melakukan penelitian ketiga untuk menemukan macan tutul salju di wilayah pegunungan Afghanistan. "Kami mengetahui sedikit tentang macan tutul salju. Sehingga, semua yang kami dapatkan dari collar GPS tersebut adalah hal yang baru," ujar Smith.

Smith mengungkap, macan tutul salju merupakan hewan legendaris. "Ini merupakan 'kucing' paling sulit di dunia untuk ditangkap dan ditemukan," tambahnya.

Kabarnya, ada sekitar 100 hingga 200 macan tutul salju di wilayah Afghanistan dan 2.000 ekor macan tutul di dunia. Karena jumlahnya yang sedikit, macan tutul salju belum pernah dipelajari seperti spesies hewan lain.

Wikipedia menerangkan, macan tutul salju (Uncia uncia) adalah sejenis kucing berukuran besar. Hewan ini memiliki panjang tubuh mencapai 130 centimeter dan panjang ekor sekitar 100 centimeter.

Spesies ini mempunyai bulu tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam kecoklatan. Macan tutul salju tersebar di pegunungan salju Asia Tengah, mulai dari Afganistan sampai Tibet bagian timur.

Mangsa utama hewan ini terdiri dari kambing gunung, kelinci dan binatang-binatang lain yang terdapat di sekitar habitat macan tutul salju. Walaupun dilindungi di hampir semua negara, macan tutul salju diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan hewan ini diburu, terutama untuk diambil bulunya.

Penurunan Populasi, Macan Tutul Ini Terancam Punah


detail berita
Macan tutul salju (Foto: Bitrebels)
Kelompok konservasi hewan asal Amerika Serikat, mengungkap turunnya populasi macam tutul salju yang mendiami wilayah Timur Tengah. Berdasarkan catatan peneliti, mamalia dengan julukan "kucing besar" ini hanya tinggal tersisa 2.000 ekor di dunia.

Dilansir Sci-tech-today, Minggu (9/12/2012), populasi macan tutul salju terancam, dengan hanya 2.000 ekor di dunia. Kelompok konservasi telah bertugas dengan tantangan untuk menemukan dan menangkap macan tutul salju serta memasangkan collar atau pelacak GPS pada hewan tersebut.

Collar atau kerah yang dipasangkan pada tubuh hewan tersebut akan memberikan peneliti kesempatan untuk mengumpulkan data selama 13 bulan. Instrumen tersebut digunakan untuk mempelajari perilaku macan tutul salju dalam upaya untuk melindungi spesies.

Boone Smith beserta National Geographic melakukan penelitian ketiga untuk menemukan macan tutul salju di wilayah pegunungan Afghanistan. "Kami mengetahui sedikit tentang macan tutul salju. Sehingga, semua yang kami dapatkan dari collar GPS tersebut adalah hal yang baru," ujar Smith.

Smith mengungkap, macan tutul salju merupakan hewan legendaris. "Ini merupakan 'kucing' paling sulit di dunia untuk ditangkap dan ditemukan," tambahnya.

Kabarnya, ada sekitar 100 hingga 200 macan tutul salju di wilayah Afghanistan dan 2.000 ekor macan tutul di dunia. Karena jumlahnya yang sedikit, macan tutul salju belum pernah dipelajari seperti spesies hewan lain.

Wikipedia menerangkan, macan tutul salju (Uncia uncia) adalah sejenis kucing berukuran besar. Hewan ini memiliki panjang tubuh mencapai 130 centimeter dan panjang ekor sekitar 100 centimeter.

Spesies ini mempunyai bulu tebal berwarna putih keabu-abuan dengan bintik-bintik berwarna hitam kecoklatan. Macan tutul salju tersebar di pegunungan salju Asia Tengah, mulai dari Afganistan sampai Tibet bagian timur.

Mangsa utama hewan ini terdiri dari kambing gunung, kelinci dan binatang-binatang lain yang terdapat di sekitar habitat macan tutul salju. Walaupun dilindungi di hampir semua negara, macan tutul salju diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan hewan ini diburu, terutama untuk diambil bulunya.

“BURUNG PELATUK RAJA” Burung Pelatuk Terbesar di Dunia Yang Telah Punah

Burung pelatuk raja (Campephilus imperialis) adalah spesies burung dari keluarga burung pelatuk. Pelatuk raja dimasukkan dalam kategori Critically Endangere oleh IUCN. Burung pelatuk raja memiliki ukuran (51- 60 cm), Hal ini membuat burung pelatuk raja sebagai jenis terbesar dari keluarga burung pelatuk. Diperkirakan bahwa pelatuk raja membutuhkan 26 mil persegi hutan untuk bertahan hidup, karena setiap pohon adalah tempat mencari makan mereka, makanan mereka adalah larva dan serangga yang terdapat pada pohon yang lapuk atau tumbang.Burung Pelatuk Campephilus imperialis
Morfologi
Pada saat remaja memiliki warna buram coklat, dan di saat dewasa penampilan mereka cukup mencolok. Jantan dan betina sama-sama memiliki jambul pada kepalanya, merah pada jantan dan putih burung betina dan memiliki garis lurus dari pangkal sayang kebelakang serta sebagian sayapnya berwarna putih. Pada burung jantan memiliki bintik-bintik merah yang terdapat pada dadanya. Burung pelatuk raja memiliki ekor yang lurus dan pendek… Uraian di atas mengingatkan karakterisasi populer yang membuat spesies ini mencolok: Woody Woodpecker” serial animasi di televisi Amerika. Namun, kita tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan burung yang indah ini.
Kepunahan
Kepunahan mereka disebabkan oleh penebangan yang berlebihan dari habitat alami mereka, hutan pinus. Secara bertahap habitat alami mereka berkurang. Pada awalnya mereka masih bertahan di Amerika Serikat dan Meksiko (di daerah yang dibatasi oleh gurun luas Sonora, Zacatecas, Michoacán, Chihuahua, dan Durango Barat Sierra) tempat yang mewakili perlindungan terakhirnya. Faktor lain yang mempengaruhi eksploitasi mereka adalah kegiatan menjadikan mereka sebagai makanan, Souvenir bahan awetan dan perburuan liar. Diperkirakan bahwa hanya dalam 40 tahun penebangan hutan, 8000 ekor dari spesies burung pelatuk raja endemik Meksiko menghilang.
Burung pelatuk raja oleh IUCN dimasukkan sebagai Critically Endangered, dan dalam kategori ini mungkin punah. Hilangnya spesies dari burung pelatuk ini sangatlah dramatis, karena fenomena ini terjadi di akhir abad kedua puluh, ketika sudah ada kesadaran global dari gangguan lingkungan yang disebabkan oleh manusia, sehingga untuk menciptakan kawasan lindung atau suaka sudah mampu diusahakan. Namun sayang, diperkirakan bahwa lebih dari 40 tahun sembarangan menebang hutan dan perburuan liar telah memusnahkan salah satu wakil species paling indah di dunia.170px-Campephilus_principalis_bairdii 220px-Ivory-Bill_nesting 220px-Ivory-bill_pair
220px-Campephilus_principalisGambar disamping adalah foto hitam putih yang diambil tahun 30-40-an (1. The Cuban subspecies, C. p. bairdii, photographed in 1948, 2. Male Ivory-Bill returns to relieve the female, April 1935, 3. Louisiana, April 1935 by Arthur A. Allen, 4. A male at the entrance of  its nest, April 1935).
Laporan terakhir dari keberadaannya berasal dari tahun 1957, di Durango. Dari sana, delapan kali dicatat oleh beberapa saksi, yang akan terlihat di daerah yang sama, terakhir kali adalah pada tahun 1994 yang mendorong ekspedisi gabungan dari BirdLife International dan CIPAMEX, dikepalai oleh Dr Martjan Lammertink., yang berlangsung selama 11 bulan di negara bagian Jalisco, Zacatecas, Durango, Sonora, Sinaloa dan Chihuahua. Berharap menemukan kembali burung ini. Tidak ada hasil yang ditemukan, sehingga satu-satunya tempat Anda dapat melihat spesies ini saat ini, adalah di museum-museum. Diketahui sekitar 400 spesimen burung pelatuk raja tersimpan di museum. Koleksi terbesar berada di Field Museum di Chicago (32) dan Museum Sejarah Alam Amerika di New York (30). Film amatir tunggal dari 1956 yang menggambarkan satu aktifitas burung pelatuk raja (mencari makan dan terbang) telah direstorasi dan dirilis oleh Cornell University .
Gambar dibawah ini adalah Pelatuk raja yang sudah di awetkan di museum3216936421_e8dd04cfd4 imperial-woodpecker-7201
Mengingat kehancuran total dekat habitat aslinya, dan tidak adanya penampakan yang dikonfirmasi lebih dari 50 tahun, ornitolog paling percaya bahwa pelatuk raja harus punah.
Ada beberapa informasi terbaru tahun 2005 (penampakan belum dikonfirmasi )(Mendenhall, 2005).Lammertink et al. (1996), setelah secara ekstensif meninjau pasca laporan-1956, menyimpulkan bahwa spesies pelatuk raja memang bertahan ke tahun 1990-an, tetapi juga mempertimbangkan kelangsungan hidupnya sangatlah tidak mungkin, meskipun spesies ini memang hadir dalam kepadatan maksimum sebelum periode kepunahannya selama tahun 1950. Kurangnya catatan yang baik, yang tampaknya lebih didasarkan pada kurangnya penelitian dari pada kelangkaan yang sebenarnya, tampaknya telah berubah secara radikal hanya dalam satu dekade kemudian.

Icon Kepunahan (Burung Dodo)

Icon Kepunahan (Burung Dodo)
Burung Dodo (Apus Cucullatus) adalah burung yang telah punah saat pertengahan abad 17. Meskipun untuk waktu yang lama diyakini bahwa spesies ini telah punah pada tahun 1662, laporan yang lebih baru menunjukkan bahwa penampakan terakhir burung itu dicatat tahun 1681. Asal usul kata dodo tidak begitu jelas, Beberapa percaya bahwa itu berasal dari ” DODOOR ” kata Belanda yang berarti individu yang malas. Namun, sesuai interpretasi alternatif dari etimologi kata, mungkin itu memiliki asal-usul dari kata Portugis yang berarti ‘bodoh’, Menurut Kamus Encarta dan Kamus Etimologi Chambers, “dodo” berasal dariBahasa Portugis doudo (sekarang doido) berarti “bodoh” atau “gila”. Dalam hal ini tidak begitu jelas apakah itu kata bahasa Belanda atau Portugis yang pertama kali meyebut burung itu.
 Lukisan abad 17 tentang burung dodo
(Sebagai rujukan peneliti untuk menggambarkan Burung Dodo)
 
BURUNG DODO
yang kita ketahui saat ini tidaklah berasal dari kamera. Jadi, pada waktu itu harus tergantung pada lukisan dan deskripsi tertulis dari burung ini yang digambarkan  oleh naturalis awal, penjelajah abad ke-17 dan pelukis Eropa. Lukisan-lukisan karya seniman Eropa yang menjadi lebih populer daripada gambar-gambar awal, burung digambarkan memiliki tinggi 3 kaki tinggi dan cukup kuat. Namun, kredibilitas lukisan-lukisan ini kini sebagian besar diragukan karena kecenderungan berlebihan dalam menggambarkan hewan dan burung yang lazim dalam seni Eropa pada abad ke-17. Sampai tahun 2007, hanya fragmen kerangka dodo yang tersedia. Namun, dengan penemuan kerangka lengkap oleh beberapa petualang di sebuah gua di Mauritius pada tahun 2007, kini sedang memperkirakan bahwa burung itu memiliki sekitar 3 meter dan beratnya suatu tempat sekitar 44 pound.
 
ADAPTASI
Hutan Mauritius, adalah sebuah pulau di Samudera Hindia yang merupakan habitat burung dodo. Pulau ini teriisolasi dari seluruh dunia sampai adanya  manusia di awal abad ke-16. Kondisi geografis dan lingkungan dari pulau ini disediakan untuk evolusi burung ekstrim, yang diwujudkan dalam bentuk gigantisme dan flightlessness. Ini adalah kedua atribut burung yang memberinya popularitas  besar di dunia biologi evolusi, karena evolusi ekstrim adalah ilustrasi terbaik tentang bagaimana kekuatan kerja alam. Burung dodo berkembang di pulau tanpa adanya predator. Mereka tidak perlu terbang untuk menghindari hewan lain dan mereka juga membuat sarang mereka di tanah. Makanan burung Dodo terdiri dari biji dan buah yang berlimpah di lantai hutan. Meskipun burung ini diyakini telah berevolusi dari merpati, tidak adanya ancaman dan kelimpahan makanan, burung dodo tumbuh besar dalam ukuran dan sayap mereka menjadi kecil.
 
KEPUNAHAN BURUNG DODO
Burung-burung dodo yang sempurna berevolusi untuk lingkungan mereka. Apa yang menyebabkan kepunahan mereka?
lagi-lagi kisah lama, yaitu aktivitas manusia. Burung dodo tidak pernah terancam di habitat alami mereka. Hal ini membuat mereka tidak takut saat mereka pertama kali melihat manusia. Mereka tidak melarikan diri dari manusia atau kucing, anjing dan babi. Hal ini membuat mereka mudah menjadi mangsa bagi binatang predator. Kerentanan mereka juga dilihat kdari fakta bahwa mereka membangun sarang di atas tanah. Diyakini bahwa skala besar berburu burung juga salah satu penyebab kepunahan tersebut, banyak pakar menolak hipotesis ini. Itu karena dalam banyak laporan dari pemukim awal dan penjelajah, daging burung telah dikatakan sulit dan tidak terlalu cocok. Tetapi yang pasti itu adalah aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertanggung jawab atas kepunahan burung ini.
 
 MITOS DODO ADALAH “BOHONG”
Burung dodo dianggap sebagai burung dengan kelebihan berat badan, bodoh, dan burung yang lambat, sifat-sifat ini digunakan untuk membenarkan inferioritas evolusi yang menyebabkan mereka punah. Namun, informasi terbaru mengenai burung dodo telah mengalir dari penelitian tentang sisa-sisa kerangka burung dodo yang telah ditemukan akhir-akhir ini.
Temuan ini telah merusak sejumlah besar mitos tentang burung dodo yang diyakin untuk waktu yang lama. Andrew Kitchener dari Museum Royal Skotlandia menuturkan, bahwa gambar-gambar yang diambil oleh seniman Eropa yang menunjukkan dodo sebagai burung kelebihan berat badan meragukan. Lukisan oleh seniman kemudian Eropa terlalu berlebihan. Kitchener memfokuskan perhatian pada gambar sebelumnya (yang secara logika lebih otentik), (Lihat Gambar. Sketsa Awal Naturalis tahun 1601–1603, Sebelah 
 
Dodo_(VOC_Gelderland,_1602)
 
Kanan), di mana burung dodo terbukti jauh lebih tipis dibandingkan digambarkan para seniman. Kitchener juga mempelajari sisa-sisa kerangka burung dengan bantuan teknik yang arkeolog dan kriminolog gunakan (pola skeletal) yang dibentuk dan menguatkan struktur tipis burung. lebih lanjut studi mengenai tulang dodo, telah menyimpulkan bahwa burung-burung dodo sebagai pejalan cepat. Temuan dari beberapa saksi mata tentang  burung dodo memang bisa berlari cepat.
Selain itu, ukuran mereka yang disebut sebagai alasan atas kegagalan evolusi burung dodo, saat ini diyakini telah salah. Bahkan banyak ilmuwan sekarang percaya bahwa burung dodo adalah contoh sempurna dari evolusi yang terbaik. Burung dodo tidak perlu terbang dari predator, sebagai pulau tidak memiliki hewan yang bisa mengancam kelangsungan hidupnya. Ada banyak makanan bertebaran di lantai hutan. Burung-burung dodo memiliki penyimpanan lemak di bawah kulit mereka, sebagai sebuah sistem fisiologi yang memungkinkan mereka bertahan dari kekurangan mekanan.
 
FAKTA MENARIK BURUNG DODO
Karena kurangnya data Pada penelitian awal, burung dodo diklasifikasikan sebagai  kerabat burung beo, burung pantai atau burung pemangsa. Namun, analisis molekuler DNA baru-baru ini diambil dari sebuah spesimen dodo di Museum Sejarah Alam, Oxford University Inggris, menunjukkan bahwa mereka berhubungan erat dengan merpati.
Dalam hal ini, hipotesisnya bahwa burung dodo adalah keturuna burung merpati Afrika yang bermigrasi, tersesat dan terisolasi di pulau Mauritius.
Sumber:

12 Hewan Yang Punah – Gambar Hewan Punah di Indonesia dan Dunia

Apakah anda mencari hewan yang punah? Berikut adalah hewan yang punah disertai dengan gambar hewan punah yang keberadaanya kini tinggalh sebuah kenangan :D . Disini dibahas bagaimana hewan tersebut punah, kapan kepunahannya dan habitat asal hewan punah tersebut.

Ini adalah 12 Hewan Yang Punah tersebut :

Hewan Punah – Beruang Atlas
Gambar Hewan Punah Beruang Atlas
Beruang Atlas
Beruang atlas adalah satu-satunya beruang asli dari Afrika, hidup di pegunungan Atlas, Maroko sampai Libya, dan sudah punah. Penyebab utama kepunahannya yaitu banyak diburu dan eksekusi penjahat adbestias ketika perluasan kekuasaan kekaisaran Romawi – Afrika Utara. Specimen terakhir kemungkinan mati di buru pada tahun 1870an di Maroko Utara di Gunung Rif.
Hewan Punah – Dodo
Gambar Hewan Punah Dodo
Burung Dodo
Dodo atau dengan bahasa lainnya Raphus cucullatus adalah burung yang tidak bisa terbang, hidupnya di pulau Mauritius, Burung ini masih berkerabat dengan merpati. Tinggi Dodo ini sekitar satu meter, makanannya buah-buahan dan sarangnya di tanah.
Dodo punah di akhir abad ke 17, kepunahannya terjadi akibat aktivitas manusia dan sering dijadikan arkatipe. Dodo merupakan burung yang tidak takut pada manusia karena ketidakmampuannya untuk terbang membuatnya mudah ditangkap oleh manusia.
Hewan Punah – Elang Haast
Gambar Hewan Punah Elang Haast
Elang Haast
Elang haast ini hidup di daerah Pulau Selatan di Selandia Baru. Elang ini merupakan elang terbesar yang pernah hidup dikenal juga dengan nama Elang Harpagonis atau Pouakai atau hakawai yang mengacu pada angkasa dihiasai Berkik selandia Baru.
Elang ini juga memangsa burung yang tidak bisa terbang termasuk moa, yang menjadi salah satu faktor moa dalam kepunahan. Setelah moa punah otomatis sumbermakanan berkurang oleh sebab itu salah satu penyebab burung hast punah.
Hewan Punah – Emu Tasmania
Gambar Hewan Punah Emu Tasmania
Emu Tasmania
Emu Tasmania hewan ini hidup di Pulau Tasmania, merupakan subspecies emu yang sudah punah. Binatang ini hanya diketahui pada tulang subfosil. Populasi emu tasmania ini lebih besar dibanding emu pulau lain seperti, emu pulau king dan emu pulau kangguru.
Hewan Punah – Harimau Bali
Gambar Hewan Punah Harimau Bali
Harimau Bali
Harimau bali merupakan subspecies dari harimau yang telah punah, habitatnya sesuai namanya yaitu di pulau bali. Harimau ini adalah salah satu dari subspecies harimau yang ada di indonesia yaitu harimau Sumatera (specias terancam punah) dan harimau Jawa (sudah punah).
Harimau ini harimau terkecil dari tiga subspecies harimau yang ada di Indonesia, harimau ini dinyatakan punah pada tgl 27 September 1937 dan harimau yang terakhir di tembak pada tahun 1925, harimau ini punah akibat dari pemburuan dan kehilangan habitat
Hewan Punah – Harimau Jawa
Gambar Hewan Punah Harimau Jawa
Harimau Jawa
Harimau jawa ini dinyatakan punah pada tahun 1980-an, penyebabnya tak lain adalah perburuan dan kehilangan habitat secara drastis akibat dan perkembangan lahan pertanian. Kemungkinan terjadinya kepunahan pada tahun 1950-an dan ketika itu diperkitakan tinggal 35 ekor harimau jawa ini.
Hewan Punah – Harimau Tasmania
Gambar Hewan Punah Harimau Tasmania
Harimau Tasmania
Harimau tasmania hewan yang punggungnya mempunyai corak belang, ada juga yang menyebutnya serigala Tasmania. Hean ini hidup di Australian dan di pulau Papua. Harimu ini dinyatakan punah pada abad ke 20. Kepunahan hewan ini karena serangan penyakit dan gangguan manusaia akan habitatnya.
Hewan Punah – Moa
Gambar Hewan Punah Moa
Moa
Moa berhabitat di daerah Selandia Baru, moa merupakan jenis burung yang tidak bisa terbang karena tidak memiki sayap. Moa adalah santapan Elang Haast (punah) yang merupakan elang terbesar d dunia. Kepunahan Moa ini akibat dai perburuan dan peyempitan habitat (pembersihan hutan) oleh suku Maori. Moa diperkirakan habis tiada sisa pada tahun 1500an.
Hewan Punah – Moa raksasa
Gambar Hewan Punah Moa raksasa
Moa raksasa
Hewan punah Moa Raksasa dengan tinggi 3 M dan beratnya mencapai 300 kg. Moa Raksasa ini punah pada tahun 1500an, penyebab kepunahannya sama seperti Moa biasa lainnya.
Hewan Punah – Quagga
Gambar Hewan Punah Quagga
Kuda Quagga
Hewan punah Qoagga yaitu binatang yang mirip kuda Zebra mereka dapat di temukan di sejumlah daerah Afrika Selatan. Quaagga adalah campuran antara Kuda dengan Zebra. Quagga akhirnya punah akibat dari pemburuan untuk di manfaatkan daging dan kulitnya.
Hewan Punah – Sapi laut Steller
Gambar Hewan Punah Sapi laut Steller
Sapi laut Steller
Hewan Punah Sapi laut Steller merupakan Mamalia Sirenia besar, mereka di temukan di daerah pantai Laut Bering di Benua Asia. Penyelidik alam yang bernama Georg Steller menemukan Kepulauan Komander dan menemukan sapi laut ini dan di berinama sesuai namanya pada tahun 1741. Sapi laut steller ini salah satu penyebab punah akibat terganggu habitatnya dengan kedatangn manusia
Hewan Punah – Walabi-kelinci timur
Gambar Hewan Punah Walabi-kelinci timur
Walabi-kelinci timur
Hewan Walibi-Kelinci Timur punah akibat dari dampak buruk dari pola bakar ladang yang berpindah-pindah. Hewan ini punah pada bulan Agustus 1889. Habitat asal binatang ini dulu di dataran pedalaman Australia bagian tenggara dan memiliki kebiasaan seperti kelinci
Itulah 12 artikle hewan yang punah beserta gambar hewan punah tersebut dan kini hanya tinggal kenangan :’(