Aku bisa tertawa
Aku bisa bergaya
Aku bisa berpesta
Aku bisa tamasya
Karena Indonesia telah merdeka
Kemerdekaan yang mahal harganya
yang tak dapat diukur dengan harta
sekalipun segunung, sepulau bahkan sebenua
Kini kewajibanku sebagai anak bangsa
Belajar tekun untuk membangun bangsa
Agar nanti menjadi negara yang kaya raya
Aku ingin….
Pahlawan yang telah gugur dahulu
dapat tertawa lega melihat anak cucunya bahagia
Mereka dapat tidur nyenyak di sisi-Nya
yah, seperti alamatnya, satu penghubung, semoga blog ini bisa menghubungkan segala macam perbedaan menjadi satu, segala ilmu, info berita (khususnya daerah asal saya inhil), bahkan curhatan saya.. hkhkhk..
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 September 2013
Aku ingin sehat
Badan kurus kering kerontang
tak nafsu makan
Bagaikan bunga-bunga kering
yang beterbangan
Pagi hari yang indah
Harus bangun tanpa gundah
Tinggalkan kelana
Memutar badan berolahraga
Minum dan makan membahana
Menggapai tubuh sehat maha sempurna
tak nafsu makan
Bagaikan bunga-bunga kering
yang beterbangan
Pagi hari yang indah
Harus bangun tanpa gundah
Tinggalkan kelana
Memutar badan berolahraga
Minum dan makan membahana
Menggapai tubuh sehat maha sempurna
Buat Ibu tercinta
Ibu,
kala aku beranjak dewasa,
kala aku membutuhkan tempat bertanya,
kenapa Ibu pergi?
Ibu,
ibu tahu tidak kalau aku sedih?
ibu tahu tidak kalau aku takut?
tapi kenapa Ibu pergi?
Ibu,
bicara dong, kenapa cuma diam saja?
memang beban ini cuma milikku saja?
Ibu,
kalau memang begitu adanya,
doakan aku supaya kuat,
doakan aku supaya bijak
dan tidak terinjak-injak…
Dari putrimu
yang sangat menyayangi,
merindukan,
dan membutuhkanmu….
kala aku beranjak dewasa,
kala aku membutuhkan tempat bertanya,
kenapa Ibu pergi?
Ibu,
ibu tahu tidak kalau aku sedih?
ibu tahu tidak kalau aku takut?
tapi kenapa Ibu pergi?
Ibu,
bicara dong, kenapa cuma diam saja?
memang beban ini cuma milikku saja?
Ibu,
kalau memang begitu adanya,
doakan aku supaya kuat,
doakan aku supaya bijak
dan tidak terinjak-injak…
Dari putrimu
yang sangat menyayangi,
merindukan,
dan membutuhkanmu….
Irama Nusantara
Meliuk, membentang, dan menggejola
Perihalmu menampilkan
Pabila satu, pabila dua, pabila tiga
Itu pastilah berbeda
Sedikit orang yang memperlihatkan
Apalagi mengerti perihalmu beda itu
Tak sedikit darah yang ditumpahkan
ataupun harta dikobarkan
Tuk menebus gejolak iramamu itu
Memang hanya satu yang dapat
meredam ,meluluh, bahkan menyirnakan
Pabila persatuan tertancapkan di irama nusantaramu
Perihalmu menampilkan
Pabila satu, pabila dua, pabila tiga
Itu pastilah berbeda
Sedikit orang yang memperlihatkan
Apalagi mengerti perihalmu beda itu
Tak sedikit darah yang ditumpahkan
ataupun harta dikobarkan
Tuk menebus gejolak iramamu itu
Memang hanya satu yang dapat
meredam ,meluluh, bahkan menyirnakan
Pabila persatuan tertancapkan di irama nusantaramu
Mu’jizat Di Atas Doa
Segudang harapan manusia
tersimpan dalam kata – kata
Terpanjatkan bersama untaian suara
yang berisi harapan tuk kehidupan
Untukmu para siswa Indonesia,
untaian harapanmu tersimpan dalam doa.
Terus dan teruslah berdoa
mendekatlah kepada sang pencipta
Kuasa ada bersamaNya
Tak perlu kau resah
pabila harapan tidak terwujudkan
Janganlah berputus asa dan tetap berdoa
karena doa adalah mu’jizatNya
tersimpan dalam kata – kata
Terpanjatkan bersama untaian suara
yang berisi harapan tuk kehidupan
Untukmu para siswa Indonesia,
untaian harapanmu tersimpan dalam doa.
Terus dan teruslah berdoa
mendekatlah kepada sang pencipta
Kuasa ada bersamaNya
Tak perlu kau resah
pabila harapan tidak terwujudkan
Janganlah berputus asa dan tetap berdoa
karena doa adalah mu’jizatNya
Berguru Pada Semut
Hitam, merah berjalan merayap
Menyelinap mencari celah
Mencari makan.
Hitam dan merah tak pernah gerah
Menjunjung makanan bersama sama
Membawa masuk ke istana raja.
Berpesta bersama dalam semangat
yang tetap mempesona.
Menyelinap mencari celah
Mencari makan.
Hitam dan merah tak pernah gerah
Menjunjung makanan bersama sama
Membawa masuk ke istana raja.
Berpesta bersama dalam semangat
yang tetap mempesona.
Istana Langit
Memandang ke angkasa lepas
biru,putih bahkan abu-abu
warnamu menampakkan
Tak terbayang jika manusia
berpijak di atasnya
Apa yang akan dirasa,
senang, gembira pasti bahagia disana.
Memang manusia tak berhak tinggal
Apalagi tidur di istana langit
Hanya Tuhan sang pencipta alam
Yang menguasai jagad raya,
Yang bersemayam didalamnya
Untuk mengatur kehidupan ini
sampai kiamat nanti tiba
biru,putih bahkan abu-abu
warnamu menampakkan
Tak terbayang jika manusia
berpijak di atasnya
Apa yang akan dirasa,
senang, gembira pasti bahagia disana.
Memang manusia tak berhak tinggal
Apalagi tidur di istana langit
Hanya Tuhan sang pencipta alam
Yang menguasai jagad raya,
Yang bersemayam didalamnya
Untuk mengatur kehidupan ini
sampai kiamat nanti tiba
Andaikan Boleh Meminta
Teringat pesan ibu di hari minggu
saat bus aku tunggu
Dik, jika ayah pulang
kamu ingin apa ?
Aku tidak menjawab, diam
Dik, kamu mau apa ?
Aku masih diam, tak menjawab
Dan ibu pun bosan bertanya
Saat duduk di atas bus tua yang pengap
Aku tetap tak menjawab
Aku hanya bicara pada ibu aku ingin
belaian kasih sayang ayah dan ibu
sampai matahari terbit dari barat
saat bus aku tunggu
Dik, jika ayah pulang
kamu ingin apa ?
Aku tidak menjawab, diam
Dik, kamu mau apa ?
Aku masih diam, tak menjawab
Dan ibu pun bosan bertanya
Saat duduk di atas bus tua yang pengap
Aku tetap tak menjawab
Aku hanya bicara pada ibu aku ingin
belaian kasih sayang ayah dan ibu
sampai matahari terbit dari barat
Sipadan Ligitan
Di perbatasan garismu
Aku sayu mendengar beritamu
Lepas dariku, kau kini telah pergi
Berjuta kenangan, kemasyuran
Telah tergantikan
Kemolekanmu , keindahanmu
Kini bukan milikku lagi
Kau telah pergi untuk selamanya di negri orang
Ku juangkan kau di negri seberang
Tapi tetap saja kau menyeberang tuk berperang
Kini kau tinggal kenangan
Di negriku kau kan tetap menjadi
Warisan cerita yang berkesudahan
Aku sayu mendengar beritamu
Lepas dariku, kau kini telah pergi
Berjuta kenangan, kemasyuran
Telah tergantikan
Kemolekanmu , keindahanmu
Kini bukan milikku lagi
Kau telah pergi untuk selamanya di negri orang
Ku juangkan kau di negri seberang
Tapi tetap saja kau menyeberang tuk berperang
Kini kau tinggal kenangan
Di negriku kau kan tetap menjadi
Warisan cerita yang berkesudahan
Pengamen Kecil
Batang tubuhku sebenarnya tak kuat
tuk menahan teriknya mentari
di tiga lampu berwarna ini
Ku ikhlaskan saja
tuk petik dawai-dawaiku lagi
Demi nasiku hari ini
Demi perutku hari ini
yang kroncongan
Ku mau minta maafku hari ini
Tuk para raja jalanan
Yang berbelas kasihan
Memberiku uang jajan
Doaku Tuhan menyertaimu
Maaf ku, aku terpaksa meminta kepadamu
tuk menahan teriknya mentari
di tiga lampu berwarna ini
Ku ikhlaskan saja
tuk petik dawai-dawaiku lagi
Demi nasiku hari ini
Demi perutku hari ini
yang kroncongan
Ku mau minta maafku hari ini
Tuk para raja jalanan
Yang berbelas kasihan
Memberiku uang jajan
Doaku Tuhan menyertaimu
Maaf ku, aku terpaksa meminta kepadamu
Mentari
Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi
Bangunan Sekolah
Karya Arsyad Indradi
Setiap pagi minggu
anakanakku mengajak ke bangunan sekolahnya
yang baru dibangun
dengan sorot matamentari membias wajahwajah
patria
mereka berharap cepat selesai agar dapat belajar
untuk menyongsong masadepan
aku sangat bangga ketika mereka menyatakan
betapa besar cinta mereka terhadap negeri ini
tapi di balik itu aku bagai disayat sembilu
konstruksi bangunan, penyediaan sarana dan prasarana sekolah ini
apakah dapat mewujudkan citacita mereka
karena biaya pendidikan teramat mahal
dan pelaku pendidikan masih mencaricari sistem
anakanakku masih menatap bangunan sekolahnya
dengan matamentari dan wajahwajahpatria
Setiap pagi minggu
anakanakku mengajak ke bangunan sekolahnya
yang baru dibangun
dengan sorot matamentari membias wajahwajah
patria
mereka berharap cepat selesai agar dapat belajar
untuk menyongsong masadepan
aku sangat bangga ketika mereka menyatakan
betapa besar cinta mereka terhadap negeri ini
tapi di balik itu aku bagai disayat sembilu
konstruksi bangunan, penyediaan sarana dan prasarana sekolah ini
apakah dapat mewujudkan citacita mereka
karena biaya pendidikan teramat mahal
dan pelaku pendidikan masih mencaricari sistem
anakanakku masih menatap bangunan sekolahnya
dengan matamentari dan wajahwajahpatria
Sekolahku...
Sekolahku…
Kau adalah tempat yang indah
Kau adalah tempat untuk mencari pendidikan
secara layak bagi anak-anak Indonesia
Sekolahku…
Kau adalah tempat yang istimewa
Kau adalah tempat yang kukagumi
bagi nusa dan bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia
Sekolahku…
Kau adalah tempat impianku
untuk menggapai seluruh cita-cita
setinggi mungkin untuk meraih cita-cita
Terima kasih sekolahku
Kau adalah tempat yang indah
Kau adalah tempat untuk mencari pendidikan
secara layak bagi anak-anak Indonesia
Sekolahku…
Kau adalah tempat yang istimewa
Kau adalah tempat yang kukagumi
bagi nusa dan bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia
Sekolahku…
Kau adalah tempat impianku
untuk menggapai seluruh cita-cita
setinggi mungkin untuk meraih cita-cita
Terima kasih sekolahku
Selasa, 17 September 2013
Berharganya Dirimu
Oleh Durin Farida
Embun pagi sampaikan sapaku padanya
Angin malam hembuskan serpihan rasa ini untuknya
Katakan padanya saat ini aku teramat luka
Terluka karenanya
Karena ditinggalkannya
Memang benar semua ini atas egoku
Memang pantas jika karma menghukumku
dan dengan inilah aku tersadar
Seribu sesalku
Mungkin tak akan berarti di matamu
Kau benar telah menutup rasamu untukku
Menghilangkan ribuan janjimu yang dulu
dan memilih menghapuskan semua tentangku
Tentang kita
Tak apa...
Tapi apa kau tau?
Saat ini aku benar merasakan perih tanpa senyummu
Saat ini aku menyadari betapa berharganya dirimu
dan yang harus kau tau?
Saat ini aku sangat merindukanmu
Kembali ke sisiku lagi
Ketika Bulan Memaki
Oleh Ari Prasetyo
Ketika malam datang sendirian
Awan pergi lari dari kedinginan
Bintang masih menunduk kebingungan
Mendengar hujatan sang rembulan
Aku, batang pohon yang rapuh ini
Hanya mampu mendengarkan monolog purnama
Menggelegar menusuk telinga dewa dewi
Yang masih berpesta dalam irama
Lihat lah tuan mu, mata rantai !
Adil dari mulut mu menanti kenyataan
Kemana manis mu tempo hari ?
Apakah lari dari jalur mu yang kau pidatokan ?
Apa arti mulut mu wahai komandan ?
Memaki keji di depan hamparan ironi
Apa arti mu wahai komandan ?
Jika setumpuk receh masih kau rampasi
Makian rembulan makin remang
Orasi kehidupannya kini tertentang
Hanya tinggal tekat yang terkekang
Oleh lajur penguasa negri para bintang
Ya mujahid
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan kuda melemparku dari pelananya
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
Prince Of Jihad
AkuApa gerangan yang dilakukan musuh pada dirikuAku, sungguh surgaku ada di hatikuDan taman-taman yang indah ada di dadakuIa selalu terus ada tetap bersamakuDan selalu ikut kemana saja kepergiankuTak seorangpun bisa merampasnya darikuAku, andai mereka sampai membunuhkuMaka itulah waktu khalwat bersama TuhankuDan jika mereka berani membunuhkuSungguh, itulah bentuk kesyahidan bagikuDan merekapun akan segera menyusul kepergiankuDan jikalau mereka dari negeri ini mengugusurkuMaka ku anggap itulah bentuk wisatakuAku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupkuAku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelakuSelagi Allah tetap ridha dan mencintaikuAku tahu bahwa thaghut tidak menyukaikuTapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan TuhankuDan mana mungkin syaitan menyukai ajaran NabikuTauhid akan kujunjung di atas kepalakuDan Pancasila syirik kan ku injak dengan kakikuHukum ilahiy ku angkat tinggi dengan tangankuDan undang-undang kafir kan ku tebas dengan pedangkuEnyahlah hai hamba thaghut, kalian adalah musuh abadikuDan aku adalah musuhmu sepanjang hidupkuBila kalian ragu dengan ajaran tauhidkuDan merasa benar dengan ajaran musuh TuhankuMari kita mati bersama ! kamu dan aku..
Mujahidah Dari Bumi Jihad
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…
Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…
Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…
Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini.
Senin, 16 September 2013
Cita-Cita
Aku ingin menjadi orang berguna
Belajar dengan penuh setia
belajar dengan sekuat tenaga
Berjuang sekuat-kuatnya
Aku ingin menjadi orang budiman
berbicara dengan lemah lembut
Bersikap dengan sopan santun
Bergaul dengan ramah tamah
Aku ingin menjadi orang yang mulia
Berjasa dengan bangsa dan negara
Berbakti dengan ibu dan bapak
Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
Belajar dengan penuh setia
belajar dengan sekuat tenaga
Berjuang sekuat-kuatnya
Aku ingin menjadi orang budiman
berbicara dengan lemah lembut
Bersikap dengan sopan santun
Bergaul dengan ramah tamah
Aku ingin menjadi orang yang mulia
Berjasa dengan bangsa dan negara
Berbakti dengan ibu dan bapak
Bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
Tahajud
Dimalam yang hening dan sepi
Ku terbangun seorang diri
Ku ambil air wudhu untuk bersuci
Aku ingin menghadap sang Ilahi
Ya, Allah...
Ku hadapkan diriku yang hina ini
Ku serahkan hidup dan mati ku
Ku serahkan kepada-Mu
kuserahkan pada kehendak-Mu
Ya Allah...
Ampunilah segala dosaku
Dosa kedua orang tua ku
Dosa saudara-saudaraku
Ya Allah
Berilah aku kekuatan Iman
Berilah aku ketabahan
Berilah aku kemudahan jalan
Untuk mencapai masa depan yang penuh haapan...
Ku terbangun seorang diri
Ku ambil air wudhu untuk bersuci
Aku ingin menghadap sang Ilahi
Ya, Allah...
Ku hadapkan diriku yang hina ini
Ku serahkan hidup dan mati ku
Ku serahkan kepada-Mu
kuserahkan pada kehendak-Mu
Ya Allah...
Ampunilah segala dosaku
Dosa kedua orang tua ku
Dosa saudara-saudaraku
Ya Allah
Berilah aku kekuatan Iman
Berilah aku ketabahan
Berilah aku kemudahan jalan
Untuk mencapai masa depan yang penuh haapan...
Langganan:
Komentar (Atom)