Tampilkan postingan dengan label Tata Surya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Surya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2015

Siapa yang Memadamkan Lampunya?

Dari foto yang ada di bawah, tampaknya ada bintang-bintang yang hilang di langit. Jangan-jangan ada orang yang mencuri bintang! Tapi, jangan kuatir! Kita tidak perlu Sherlock Holmes untuk memecahkan misteri. Kejahatan kosmik tersebut sudah berhasil diungkapkan.


Nebula gelap di langit. Kredit: UNAWE

Celah gelap di antara bintang yang berkilauan bukanlah sebuah celah. Apa yang tampak seperti celah, sebenarnya merupakan awan gelap dari gas dan debu yang menghalangi cahaya bintang-bintang yang ada di baliknya.

Awan seperti ini kita kenal dengan nama Nebula Gelap. Di langit, ia akan tampak seperti potongan kosong tanpa bintang. Padahal kenyataannya, awan ini merupakan pabrik pembuatan bintang yang sibuk di seluruh alam semesta!

Dari awan gas dan debu di Nebula Gelap, bintang-bintang terbentuk. Dan apa yang tampak seperti gumpalan gelap, justru dipenuhi oleh bintang baru yang tersembunyi di baliknya. Seperti nebula gelap pada foto.

Di awal kehidupannya, sebuah bintang disebut dengan protobintang. Ketika di tahap ini, bintang masih berupa bola dingin yang terdiri dari gas dan debu yang runtuh karena gaya gravitasi. Bahkan bintang belum memiliki reaksi nuklir di jantungnya. Pembakaran nuklir merupakan sumber tenaga bagi bintang yang lebih tua.

Keruntuhan yang terus terjadi menyebabkan protobintang menciut menjadi bola yang lebih padat dan panas. Protobintang yang tadinya beku dengan temperatur -250 °C kemudian bertambah panas sampai suhu mencapai 40.000 °C, saat protobintang sudah bertumbuh menjadi bintang sepenuhnya.

Ketika awan gelap itu sibuk membentuk semakin banyak bintang baru, ia akan dimakan habis dan lama kelamaan tersingkaplah keberadaan bintang di balik awan termasuk bintang-bintang yang baru lahir.

Sumber: http://www.apakabardunia.com/2015/01/siapa-yang-memadamkan-lampunya.html

Senin, 22 Desember 2014

7 Fakta Luar Biasa Galaksi Bima Sakti yang Kanibal

Galaksi Bima Sakti yang tersusun atas puluhan tatasurya itu pun mempunyai sejarah yang menarik sekaligus 'kelam' yang bisa membuat manusia takjub bahkan membantu memprediksi apa yang terjadi dengan nasib tatasurya tempat bumi kita berada di masa depan.

Ada banyak fakta mengejutkan yang tersimpan di balik gugusan bintang dengan diameter 100.000-120.000 tahun cahaya ini.


1. Galaksi Bima Sakti adalah Kanibal



Ternyata Galaksi Bima Sakti tidak lah 'sebaik' dan seindah yang kita bayangkan. Untuk bisa sebesar saat ini, Galaksi Bima Sakti ternyata terus aktif memakan galaksi lain yang ukurannya lebih kecil.

Salah satu galaksi yang diketahui pernah menjadi korban kanibalisme galaksi kita adalah galaksi kerdil Sagitarius.

Selain itu, saat ini Galaksi Bima Sakti tengah 'memakan' galaksi Canis Major dengan sedikit demi sedikit membajak bintang-bintang milik galaksi kerdil tersebut.

2. Hanya 10 Persen Bagian Galaksi Bima Sakti yang Terlihat

Percaya atau tidak, gambar-gambar yang memperlihatkan Galaksi Bima Sakti yang biasa muncul di internet hanya mewakili 10 persen total massanya.
Sekitar 90 persen bobot Galaksi Bima Sakti ternyata diisi oleh 'dark matter' atau zat gelap yang tidak terlihat. Dark matter jugalah yang membuat manusia bisa melihat cahaya-cahaya yang dikeluarkan oleh bintang ketika sedang melintas di dekatnya.

3. Galaksi Bima Sakti Menjadi Rumah 200 Miliar Bintang

Klik gambar untuk memperbesar

Galaksi kita memang bukan galaksi dengan ukuran terbesar yang ada di alam semesta. Dengan diameter 100.000-120.000 tahun cahaya, Galaksi Bima Sakti 'hanya' disesaki oleh sekitar 200 miliar bintang.
Namun, terdapat perhitungan lain yang menyatakan bila bintang di Galaksi Bima Sakti mencapai 400 miliar. Perbedaan jumlah ini muncul akibat kelahiran atau kematian bintang saat terjadi supernova. Dalam satu tahun, Galaksi Bima Sakti tercatat dapat melahirkan 7 bintang baru.

4. Semua Gambar Galaksi Bima Sakti adalah Perkiraan Saja


Salah satu rahasia yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang adalah 'kepalsuan' foto Galaksi Bima Sakti.

Sejatinya, manusia dan teknologi canggih yang dimilikinya tidak mampu memotret Galaksi Bima Sakti dari atas, karena bumi kita sendiri adalah bagian dari Bima Sakti dan berjarak 26.000 tahun cahaya dari pusatnya.

Jika diibaratkan, memotret seluruh Galaksi Bima Sakti dari atas akan seperti berusaha memotret sebuah stadion sepak bola dari dalam stadion itu sendiri. Jadi, gambar-gambar atau foto Galaksi Bima Sakti yang kita lihat selama ini adalah buatan para ilustrator, tentunya dengan menggunakan perhitungan yang kurang lebih menyerupai aslinya.

5. Umur Galaksi Bima Sakti Sama dengan Umur Alam Semesta


Ilmuwan memperhitungkan bila umur dari Galaksi Bima Sakti adalah sekitar 13,6 miliar tahun, atau hampir sama dengan umur alam semesta yang diketahui sekitar 13,7 miliar tahun.

Hal ini diperkuat dengan penemuan bintang di gugusan bintang 'globular'. Bintang tersebut diklaim menjadi yang tertua di Galaksi Bima Sakti dan mempunyai umur hampir setua alam semesta.

6. Ada Lubang Hitam Raksasa di Tengah Galaksi Bima Sakti


Hampir semua galaksi di alam semesta diketahui mempunyai lubang hitam di bagian tengahnya, tak terkecuali Galaksi Bima Sakti.

Lubang hitam atau 'blackhole' yang berada di pusat galaksi kita tercatat mempunyai bobot sekitar 40.000 matahari dan mempunyai panjang 22,5 juta kilometer. Blackhole bernama Sagitarius A* tersebut masih terus melahap semua bintang atau planet yang ada di dekatnya alias sekitar pusat Galaksi Bima Sakti.

7. Galaksi Bima Sakti Sedang Bergerak Mengelilingi Pusat Alam Semesta



Seperti halnya bumi yang mengelilingi matahari, Galaksi Bima Sakti juga terus bergerak mengelilingi pusat alam semesta atau Cosmic Microwave Background (CMB). CMB sendiri adalah sisa radiasi dari ledakan Big Bang yang dipercaya memulai pembentukan alam semesta.

Namun, jangan samakan kecepatan gerak Galaksi Bima Sakti dengan bumi. Sebab, galaksi kita sekarang tengah bergerak dengan kecepatan 600 kilometer per detik. Dengan kecepatan itu, Galaksi Bima Sakti mampu melahap bintang atau apa saja yang ada di jalur orbitnya.

Sumber:  terungkaplagi.com

Senin, 27 Oktober 2014

10 Misteri Luar Angkasa Yang Belum Dapat Di Jelaskan

Dalam sesuatu yang besar seperti alam semesta, ada fenomena yang sulit dijelaskan, dan hal-hal yang ini benar-benar tidak bisa dipahami. Alam semesta menunjukkan kepada kita betapa kecilnya kita sebenarnya, dan di tempat yang begitu besar, apakah benar-benar masuk akal untuk percaya bahwa kita sendirian? Dan apakah ada alasan seseorang mungkin tidak ingin kita ketahui? Ini adalah daftar apa yang saya yakini sebagai sebagian dari misteri terbaik dan teori konspirasi dari luar angkasa.

1. Bayangan Manusia dalam Eagle Nebula
Salah satu fakta unik yang pernah diambil dari ruang adalah dari Nebula Eagle. Foto itu sendiri yang seharusnya untuk menunjukkan kelahiran bintang dari awan gas. Namun, ketika foto itu ditampilkan di CNN, ratusan panggilan masuk dari orang-orang melaporkan mereka bisa melihat wajah di awan. Ketika warna foto itu disesuaikan, suatu bentuk manusia yang besar tampak muncul dalam awan. Ilmuwan belum mampu menjelaskan fenomena ini.

2. Darimanakah Datangnya Galaxy Jagad Raya? Misteri jagad raya masih tersimpan rapi. Ilmu Pengetahuan baru-baru ini mampu menjelaskan dari mana bintang dan planet berasal. Sekarang, para ilmuwan telah mengalihkan perhatian mereka ke sebuah misteri yang jauh lebih besar, dari mana galaksi datang? Apa yang diketahui adalah bahwa galaksi tidak tersebar secara acak di seluruh ruang angkasa, mereka ditemukan dalam kelompok-kelompok, yang dikenal sebagai “gugus super”.
Para ilmuwan memiliki dua teori utama untuk mencoba untuk menjelaskan pembentukan galaksi. Pertama, gas yang tersisa dari Ledakan besar berkumpul bersama untuk membentuk galaksi, di mana bintang-bintang dan planet lahir. Kedua adalah bahwa gas dari big bang menciptakan bintang-bintang dan planet-planet di seluruh alam semesta, dan mereka bermigrasi melalui gravitasi ke galaksi. Namun belum teori yang diterima secara universal untuk menjawab misteri fakta unik ini.

3. Mungkinkah Ada Bumi Yang Lain? Bintang besar kita yaitu matahari, adalah hanya satu dari triliunan di alam semesta. Ketika Anda melihat kenyataan bahwa bintang kita memiliki delapan planet, maka secara matematika itu memberitahu Anda bahwa adalah mungkin untuk menjadi delapan kali lebih banyak planet di alam semesta daripada bintang-bintang. Apakah tidak mungkin bahwa hanya salah satu planet mungkin memiliki mahluk hidup di dalamnya?
Ini adalah sebuah fakta bahwa, sejak tahun 2000, ratusan planet diluar tata surya telah ditemukan mengorbit bintang-bintang jauh. Beberapa ini telah ditemukan dari bumi seperti, seperti planet Gliese 581d, planet yang diyakini memiliki air cair di permukaannya. Mungkinkah mengandung kehidupan? Semoga dengan kemajuan teknologi pada dekade berikutnya, kita akan segera tahu jawabannya. Sampai saat itu, ia tetap menjadi salah satu misteri terbesar ruang angkasa.

4. Misteri Alam Semesta Yang Lain Ini adalah salah satu argumen yang lebih kontroversial tentang luar angkasa raya. Fakta unik-nya adalah bahwa misteri alam semesta yang lain masih bergulir. Teorinya adalah bahwa ada suatu jumlah tak terbatas alam semesta, masing-masing diatur oleh seperangkat hukum sendiri dan itulah hukum fisika.
Banyak ilmuwan menolak argumen ini tak lebih dari spekulasi, karena tidak ada bukti atau hukum matematika yang memungkinkan untuk keberadaan alam semesta lain.Namun demikian, penganut teori ini berpendapat bahwa tidak ada yang menyangkal bahwa hal itu baik. Ini adalah salah satu misteri alam yang hanya dapat diatasi jika kita dapat melakukan perjalanan di sana, namun, dengan perluasan alam semesta, maka manusia tidak akan pernah menemukan jawabannya.

5. Misteri Masalah Kegelapan Persamaan Albert Einstein E = MC ^ 2 mungkin persamaan paling terkenal abad ini. Namun bila diterapkan pada ruang, anomali terjadi. Ketika kita menggunakannya untuk menentukan berapa banyak materi yang alam semesta harus miliki, kita menyadari bahwa kita hanya menemukan empat persen dari materi di alam semesta! Dimana sisanya? Banyak yang percaya adalah dalam bentuk materi gelap. Dimana hal gelap ini? Ini di mana-mana, di mana pun tidak ada masalah yang terlihat. Para ilmuwan belum menunjukkan bukti yang meyakinkan bahwa materi gelap sebenarnya tidak ada. Kenyataan bahwa Anda tidak bisa melihatnya, menyentuhnya, dan cahaya dan gelombang radio melewati menembus itu tidak terpengaruh membuat sangat sulit untuk dideteksi, dan fakta unik ini masih akan terus menjadi misteri alam semesta.

6. Benarkah Ada Kehidupan Planet Mars?
Ketika berbicara tentang kehidupan di planet lain, ada yang mengatakan kita tak harus pergi jauh dari tata surya kita. Mars selalu dipikirkan untuk kehidupan baru dengan banyak teori konspirasi, namun NASA menutupi itu.
Banyak foto sebagai fakta unik yang juga dipertanyakan dengan peradaban di Mars, seperti wajah Mars, Piramida di Mars, dan foto yang tampaknya menjadi seperti sosok kera duduk di atas batu di Mars. Namun para ilmuwan telah menghilangkan prasangka terhadap foto-foto ini, mereka juga mengakui dan mereka percaya sekali cairan samudra menutupi permukaan Mars sebelum medan magnet itu menghilang. Apakah mungkin bahwa hidup memang pernah ada disana? Misi ke Mars saat ini berharap untuk menjawab pertanyaan ini.

7. Penampakan UFO kepada Astronot NASA Astronot NASA adalah beberapa orang yang paling sangat terlatih khusus di dunia. Seringkali sebagai ahli ilmuwan dapat menjelaskan hampir semua hal. Jadi, ketika mereka melihat sesuatu yang mereka tidak bisa jelaskan, Anda dapat bertaruh itu akan menaikkan alis. Salah satu insiden yang paling terkenal terjadi pada siaran langsung di televisi NBC pada tahun 1963.
Mayor Gordon Cooper pada akhir perjalanan solo 22 orbit mengelilingi bumi ketika ia mengatakan bahwa dari salah satu jendela, ia bisa melihat objek hijau menyala mendekat dengan cepat. Objek kemudian berbelok tajam dan terpelanting. Dia yakin dia tidak melihat hal-hal lain selain objek itu, seperti radar di pesawat ruang angkasa itu mengambil objek juga. Setelah kembali ke bumi pewawancara ingin bertanya padanya tentang objek itu, namun para pejabat NASA tidak mengizinkannya.

8 “White” Holes Salah satu prestasi terbesar Albert Einstein meskipun itu dalam bidang matematika, telah terbukti yaitu keberadaan lubang hitam. Satu lagi fakta unik mulai terungkap. Dari kemajuan teknologi, kita sekarang telah dapat menemukan beberapa lubang hitam, dan percaya ada satu berada di pusat galaksi kita sendiri Bima Sakti.
Apa yang menakjubkan, bagaimanapun juga adalah apa yang dibuktikan Einstein juga melalui persamaan-nya; lubang putih juga ada. Berlawanan dari lubang hitam, lubang putih diyakini “memuntahkan” sejumlah materi yang luar biasa dashyat. Namun yang putih ini masih merupakan misteri alam yang sangat sedikit diketahui. Obyek tersebut tidak mudah untuk ditemukan, namun tak ada satupun yang menemukan. Jika salah satu ditemukan, mungkin membantu kita menjelaskan misteri yang tidak dikenal lainnya, seperti dari mana berasal bahan yang membuat galaksi.

9. Reruntuhan Bangunan di Bulan Dalam artikel lalu kita telah membahas kemungkinan kehidupan di planet jauh, dan di planet dekat. Teori konspirasi menyatakan bahwa memang ada reruntuhan kuno dan bangunan di bulan, tetapi pemerintah telah menyensor mereka dari pengamatan masyarakat.
Teori ini tidak punya dukungan sampai dua terobosan baru-baru ini. Seorang pria yang mengaku telah bekerja untuk pemerintah mensensor foto bulan, menjelaskan bagaimana sensor dilakukan dan bahwa memang ada struktur di bulan. Baru-baru ini, ilmuwan mengumumkan mereka yakin bahwa mereka telah menemukan air, mungkin dalam es atau bentuk cair, di bawah permukaan bulan. Untuk teori konspirasi, ini adalah bukti yang mereka butuhkan, sementara kritikus menganggapnya sebagai “spekulasi konyol”. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang ini, dan menonton video yang menarik.

10. Energi Gelap Energi kegelapan adalah misteri alam terbesar di alam semesta ini, karena fakta unik ini yang diyakini ada di sekitar kita, dan itu menjelaskan mengapa sepertinya ada anomali dalam hukum gravitasi. Menurut hukum gravitasi, benda besar seperti cluster galaksi, harus tarik-menarik satu sama lain, dan tarik-menarik gravitasi ini harus pada objek lain.
Namun ini tidak terjadi, dan faktanya adalah kelompok galaksi yang bergerak paling jauh terpisah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa alam semesta terus bertambah pada tingkat yang luar biasa.Untuk menjawab pertanyaan tentang mengapa hal ini, para ilmuwan mengembangkan teori Dark Energy, yang memiliki efek berlawanan dengan gravitasi, mendorong hal-hal menjadi terpisah. Perhitungan Matematika menunjukkan bahwa itu memang ada dan membentuk 74% dari semesta kita, diluar berat gravitasi, dan inilah sebabnya mengapa alam semesta memanjang keluar. Namun kita masih tidak memiliki bukti konklusif, sehingga tetap menjadi misteri alam bagi kita.

Sabtu, 18 Oktober 2014

10 Fakta Unik Tentang Hidup Di Luar Angkasa

1. Sehari anda bisa melihat Matahari terbit 16 kali


http://astronesia.blogspot.com/

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit rendah Bumi , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya siklus siang / malam yang normal.Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot dalam 24 jam seperti saat di Bumi.Ini bertujuan untuk menjaga aktivitas mereka.Jam di ISS  diatur dalam waktu Greenwich mean Time (GMT).Mereka juga kadang mendengarkan musik.Para astronot ini di bangunkan dengan suara alarm.

2. Anda akan tumbuh lebih tinggi


http://astronesia.blogspot.com/

Tanpa gaya tekan gravitasi, tulang belakang anda berkembang dan tumbuh lebih tinggi, biasanya sepanjang antara 5 dan 8 cm.Sayangnya, tinggi ekstra yang anda dapatkan biasanya membawa komplikasi, yang dapat mencakup sakit punggung dan masalah saraf.

3. Anda akan berhenti mendengkur



Sebuah studi tahun 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi,akan tidur diam di luar angkasa.Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur.Tapi itu sepenuhnya tidak berhasil sebab NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.


4. Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan di ruang angkasa



Di luar angkasa,garam dan merica tersedia tapi dalam bentuk cair.Oleh karena itu astronot tidak bisa menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa.Jika garam dan merica dalam bentuk bubuk,mereka akan melayang dan bisa menyebabkan bahaya.Mereka bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mata, mulut atau hidung astronot.

5.Astronot terlama yang tinggal di luar angkasa = 438 hari


http://astronesia.blogspot.com/
  
Rekor terlama di luar angkasa di pegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov yang menyelesaikan misi selama 438 hari (atau 14 bulan) di stasiun luar angkasa MIR pada tahun 1995.

6. Hanya 3 orang yang pernah meninggal di luar angkasa



Dari 439 astronot yang pergi keluar angkasa hingga akhir November 2004, 11 dinyatakan tewas dalam insiden pelatihan dan 18 meninggal dalam kecelakaan penerbangan.Dari 18 yang tewas dalam kecelakaan penerbangan,hanya awak Soyuz 11 pada tahun 1971 yang benar-benar tewas di ruang angkasa.Amerika serikat menetapkan batas luar angkasa setinggi 50 mil sedangkan FAI menetapkan batas luar angkasa dimulai pada ketinggian 100 km.Penerbangan terakhir Challenger pada tahun 1986 pernah mencapai ketinggian ini.

Awak soyuz 11 antara lain Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev dan Vladislav Volkov tewas setelah undocking dari stasiun ruang angkasa Salyut 1 setelah tinggal selama tiga minggu.

7. Hampir semua astronot mengalami mabuk luar angkasa



Dengan tidak adanya gravitasi, sinyal dari sistem vestibulary dan tekanan reseptor menjadi kacau.Efeknya biasanya menyebabkan disorientasi,misalnya : banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka terbalik atau bahkan mengalami kesulitan dalam penginderaan lokasi lengan dan kaki mereka sendiri.Disorientasi ini adalah penyebab utama Space Adaptation Syndrome "istilah keren untuk muntah".Tapi masalah ini biasa sudah hilang dalam beberapa hari saat astronot sudah beradaptasi.


*hati-hati yang mabuk kalau naik mobil jadi astronot... soalnya kalau mabuk,pesawat ga bisa berhenti untuk singgah cuci muka. hehehehe... bercanda :)


8. Hal yang paling sulit adalah untuk beradaptasi ketika Anda kembali dari ruang angkasa

Ketika mereka kembali ke bumi, astronot harus beradaptasi kembali seperti saat mereka pertama kali ke ruang angkasa.Ada satu fase adaptasi yang agak lama untuk di biasakan, Beberapa kosmonot Rusia telah melaporkan bahwa beberapa bulan setelah penerbangan , mereka masih sesekali melepaskan cangkir atau benda lain di udara - dan bingung ketika jatuh ke lantai.

9. Radiasi kosmik membuat mata anda silau saat berkedip



Menatap keluar dari kapsul ruang angkasa, astronot Apollo menyaksikan pemandangan yang manusia belum pernah lihat sebelumnya. Mereka melihat pemandangan bumi yang biru terang dengan latar belakang yang gelap dan melihat sisi jauh Bulan.Tapi mereka juga melihat kilatan cahaya aneh di dalam bola mata mereka!

Sejak saat itu, astronot pesawat Skylab, pesawat ulang-alik, Mir, dan Stasiun Luar Angkasa Internasional melaporkan bahwa mereka melihat cahaya silau saat berkedip.Apa yang astronot alami adalah mereka terkena radiasi luar angkasa yang masuk ke mata mereka seperti peluru subatomik.Ketika sebuah "peluru" menyerang retina, radiasi itu memicu sinyal palsu di otak dan menyebabkan otak menafsirkannya sebagai cahaya.Dan ini tidak bagus bagi kesehatan mata anda.Setidaknya ada 39 mantan astronot telah mengalami katarak setelah terbang ke luar angkasa.

10. Saat diluar angkasa,anda harus memiliki spons mandi untuk kebersihan diri



Sementara stasiun seperti Skylab dan Mir telah dilengkapi dengan shower, kebanyakan astronot membuat spons mandi dengan menggunakan waslap atau handuk yang sesekali dilembabkan.Ini bertujuan untuk menghemat air (Soalnya ga ada sumur yang deket 'bercanda')

Setiap astronot juga memiliki peralatan kebersihan diri seperti sikat gigi, pasta gigi, shampoo, pisau cukur dan perlengkapan mandi dasar lainnya.

Kamis, 16 Oktober 2014

7 Planet yang Mirip Sekali dengan Bumi

Teknologi semakin canggih dan kecanggihan tersbeut telah membantu manusia dalam bereksplorasi dalam penelitian dan menyimpulkan jika terdapat sejumlah planet yang dapat menggantikan bumi untuk dapat dihuni. Planet-planet ini ditemukan mirip dengan Bimasakti, tempat Bumi mengorbit. Bahkan sejumlah planet juga diyakini mirip Bumi. Para ilmuwan dan astronot menduga kehidupan manusia bisa berlangsung di planet-planet ini. Sejauh ini, ada beberapa planet yang dipublikasikan mirip Bumi dan diperkirakan bisa menyokong kehidupan manusia. Berikut beberapa di antaranya:


1.Planet GJ 667Cc
Planet ini disebut kandidat terbaik mirip bumi. Planet ini terdeteksi lewat teleskop dari Bumi, berbatu seperti layaknya Bumi. Mengorbit dengan "zona hunian" dengan suhu yang cocok untuk keberadaan air di permukaan yang bisa jadi mirip Bumi. Planet ini memiliki bobot 4,5 kali bumi dan mengorbit pada satu bintang yang disebut GJ 667C dengan jarak 22 tahun cahaya dari bumi. Dalam konteks galaksi, dia tetangga kita. Planet ini mengorbit pada bintangnya dengan periode 28,15 hari, hampir sama dengan bumi kepada matahari.

2. Planet KOI 326.01
Planet ini memiliki volume dan diameter lebih kecil dibandingkan Bumi dengan temperatur sedikit lebih rendah dari air mendidih. Dari segi ukuran, planet ini mirip Bumi. Planet KOI 326.01 ditangkap pertama kali oleh Teleskop Kepler. Teleskop tersebut bekerja untuk mendeteksi planet-planet ekstrasolar (berada di luar tata surya). Ia mampu mengamati 150.000 bintang terdekat Bumi di ruang angkasa. Meksi masih misteri, namun menurut beberapa ilmuwan, planet seukuran Bumi itu merupakan salah satu planet yang cocok untuk kehidupan alternatif penghuni Bumi.

3. Planet Gliese 581g
Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi bernama Gliese 581g, pada September 2010. Planet ini berukuran hampir sama dengan Bumi dan mengorbit berada di tengah "zona huni perbintangan". Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.

Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup. Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas, sedangkan di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.

Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap. Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet
itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.

4. Sistem Kepler 9
Satelit Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang, seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari, Agustus 2010. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9. Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi. Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus. Namun, dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.

5. Planet Kepler 10-b
Teleskop luar angkasa AS menemukan sebuah planet yang terletak di luar tata surya. Planet itu tampak berbatu-batu, mirip dengan Bumi. Sayang, planet itu tidak layak huni, karena terlalu panas. Menurut NASA, suhu di salah satu sisi planet itu sebesar 2.700 derajat Fahrenheit, atau sekitar 1.482 derajat Celcius. Astronom NASA, Natalie Batalha, mengatakan bahwa planet itu berukuran 1,4 kali lebih besar dan memiliki massa 4,5 lebih padat dari Bumi. Kepler 10-b mengorbit di suatu bintang mirip matahari dan berjarak 560 tahun cahaya, atau sekitar 9,4 triliun kilometer.

6. Planet GJ 1214b
Planet itu lebih besar dari Bumi dan memiliki kandungan air. Hasil temuan tim dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics itu dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu 16 Desember 2009. Berukuran 2,7 kali lebih besar dari Bumi, planet itu mengitari matahari, yang lebih kecil dan kurang bercahaya dari matahari di tata surya kita. Meski planet GJ 1214b kemungkinan besar memiliki atmosfer yang terlalu tebal dan terlalu panas bagi bentuk kehidupan seperti di Bumi, penemuan itu merupakan pencapaian besar dalam pencarian kehidupan di planet lain.

7. 100 Planet Mirip Bumi
Teleskop Kepler menemukan lebih dari seratus planet yang besarnya seukuran Bumi. Penemuan tersebut terjadi 2010, setelah Kepler memindai langit untuk menemukan keberadaan planet yang mengorbit bintang. Penemuan ini menguatkan dugaan mengenai kemungkinan bahwa manusia Bumi tidak sendirian di jagat raya ini. Pakar astronomi, Dimitar Sasselov, mengatakan, bahwa teleskop mengungkap 140 planet berbeda yang memiliki ukuran mirip Bumi.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Seberapa Luas Alam Semesta Ini?

Sebesar apakah alam semesta ini? Dimanakah batasnya? Mungkinkah kita mengetahuinya? Untuk mempelajari ini, marilah kita melakukan perjalanan di alam semesta untuk merenungkan besar dan agungnya kekuasaan Allah SWT. Data-data saya ambil dari sebuah video astronomi berjudul “How big the universe?”


• Marilah kita melakukan perjalanan di alam semesta dengan berangkat dari planet bumi tempat kita tinggal.
• Untuk memudahkan, marilah kita membuat asumsi bahwa perjalan kita dimulai tgl. 1 Januari dengan kecepatan cahaya yaitu 186.000 mil/detik (=223.200 km/detik). Sebagai perbandingan, ukuran diameter planet bumi adalah 12.756 km. Jadi, satu detik kita melesat melakukan perjalanan = 17 lebih kita menembus bumi.


• Dalam waktu 8 menit 19 detik, perjalanan kita sudah melewati Planet Venus dengan jarak dari bumi 93.000.000 mil (111,6 juta km).


• Setelah 5 jam, 31 menit, perjalanan kita telah melewati Planet Pluto dan kedua bulannya. Jarak perjalanan kita dari bumi sudah mencapai 3,5 milyar mil (=4,2 milyar km) sudah keluar dari batas luar sistem tata surya kita. Dan, kita masih di tgl. 1 Januari atau belum satu hari (baru lima jam lebih).
• Kemudian perjalanan kita mulai menuju galaksi. Dibelakang kita, 9 planet dan matahari sudah hilang, sudah tidak kelihatan.


•    Akhirnya setelah 5 tahun perjalanan kita di alam semesta (sekali lagi dengan kecepatan cahaya 223.200 km/detik), pada 19 April, barulah kita bisa melihat bintang Alpha Centauri, bintang terdekat dengan tata surya kita. Dan jarak yang sudah kita tempuh adalah 25 trilliun mil (30 triliun km). Dan sekarang, perjalanan kita yang sangat jauh baru akan kita mulai. Allahu Akbar…..!!!!


•    Pada jarak 10 tahun cahaya dari matahari kita, sangat jauh di alam semesta, satu persatu bintang-bintang yang membentuk galaksi kita bisa kita lewati.
•    Pada jarak 100 tahun cahaya (=500 triliun mil=600 triliun km), bahan-bahan gas dan nabula dari ujung-ujung galaksi Milky Way, mulai nampak dalam pandangan kita.


•    Setelah 1000 tahun cahaya, ekor-ekor galaksi dan bentuk disketnya mulai kelihatan.
•    Baru setelah perlanan kita menembus 100.000 tahun cahaya, bentuk spiral dari galaksi Milky Way bisa kelihatan seluruhnya.
•    Bila perjalanan diteruskan lebih jauh lagi, yang kita lihat kemudian bukan lagi individu-individu bintang atau bintang satu persatu tapi sudah gugusan-gugusan galaksi lain di alam semesta selain galaksi Milky Way, galaksi kita.


•    Jika kita tambahkan 22 angka nol di belakang angka 10 yaitu 100.000.000.000.000.000.000.000 (100 milyar triliun) tahun cahaya, baru kita bisa melihat banyaknya galaksi di alam semesta. Lain kata, mata kita hanya baru bisa melihat ternyata banyak galaksi lain di alam semesta, bila kita berada dalam jarak 100 milyar triliun dari matahari.
•    Setelah 5 juta tahun cahaya, nampaklah ternyata bahwa galaksi Milky Way kita hanyalah salah satu dari 30 galaksi yang membentuk satu gugusan galaksi yang lebih besar. Lain kata, galaksi kita yang luasnya sudah tidak terjangkau oleh fikiran dan imajinasi kita, hanyalah salah satu dari 30 galaksi yang berkumpul. Ini dikenal baru sebagai kumpulan gugusan galaksi lokal. Ingat, baru LOKAL di alam semesta.


•    Dari jarak 50 juta tahun cahaya, kita memasuki sebuah cluster maha raksasa yang terdiri dari 2000 gugusan galaksi. Perjalanan ini berarti kita memasuki lebih dalam dari kosmos.
•    Akhirnya, setelah 10 milyar tahun cahaya, pandangan teoritis tentang alam semesta harus dihentikan. Lain kata, pandangan teori tidak mampu lagi menjangkau luasnya alam semesta. Miliaran galaksi yang tak terhingga ternyata hanyalah sebuah titik di alam semesta. ALLAAHU AKBAR….


•  Cara termudah membayangkan besarnya alam semesta adalah bila kita sedang menyapu rumah di pagi atau sore hari, debu-debu yang sangat kecil tampak berterbangan melayang-layang di depan mata kita. Akan lebih jelas bila terkena sinar matahari yang masuk ke rumah. Diilustrasikan sebagai alam semesta, salah satu titik debu yang melayang di depan mata kita itu adalah sebuah kumpulan galaksi maha raksasa yang isinya miliaran galaksi, triliunan bintang dan planet. Terbayangkah besarnya? Di ruang alam semesta, jangankan matahari dan bumi, tata surya kita saja, tidak mungkin terlihat. Diibaratkan debu rumah, besarnya tata surya kita (ingat bukan matahari apalagi bumi) sepersejuta debu yang melayang-layang itu.
•  Terbayangkah? Itu semua baru makhluknya. Nah, sekarang bayangkan penciptanya. Jangankan penciptanya, alam semesta saja sebagai makhluk-Nya sudah tidak terjangkau fikiran manusia. Perjalanan di alam semesta harus berakhir di keterbatasan ilmu pengetahuan. “Tafakkaru fi khalqillah, wa la tatafakkaru fi dzatillah!” kata Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Fikirkanlah makhluk Allah (ciptaan-Nya), dan janganlah memikirkan dzat Allah!” Memikirkan makhluk-Nya saja, manusia tidak akan sanggup, apalagi penciptanya. Tapi, perintah ini adalah sarana untuk terus-menerus berfikir dan merenung untuk merasakan keberadaan Tuhan. Tuhan itu untuk diimani dan disembah dengan 
segala perasaan ketakberartian kita. Itulah agama!!

Minggu, 02 Maret 2014

Dimana Letak Galaksi Kita Di Alam Semesta?



http://astronesia.blogspot.com/
Letak Matahari di Bima Sakti

AstroNesia ~ Apakah kalian tahu di mana galaksi kita terletak? Galaksi Bima Sakti adalah salah satu dari beberapa lusin galaksi yang dikenal sebagai Grup Lokal Galaksi.

Para astronom telah menemukan bahwa letak Grup Lokal galaksi kita adalah di pinggiran cluster raksasa yang terdiri dari beberapa ribu galaksi - yang disebut Cluster Virgo.

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi Grup Lokal Galaksi

Kita juga tahu bahwa Virgo supercluster (Virgo SC) atau Local supercluster (LSC atau LS) adalah supercluster tidak teratur yang berisi Kluster Virgo,sementara Kluster Virgo berisi Grup Lokal Galaksi, dan Grup Lokal Galaksi berisi galaksi Bima Sakti,Andromeda dsb.Setidaknya 100 kelompok galaksi dan cluster terletak di dalam Virgo supercluster.Diameter Supercluster ini diperkirakan sekitar 110 juta tahun cahaya.

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi Superkluster Virgo

Intinya mereka terletak : Matahari >> Bima Sakti >> Grup Lokal Galaksi >> Kluster Virgo >>  Virgo Supercluster

Namun Virgo supercluster hanyalah salah satu dari jutaan superkluster di alam semesta teramati.

Untuk pengetahuan kita saat ini,tidak ada pusat alam semesta dan alam semesta tidak punya ujung.Jadi diluar Grup Lokal Galaksi kita,Virgo Cluster dan Virgo supercluster,akan sangat sulit menggambar lokasi relatif galaksi kita untuk setiap titik acuan khusus atau tetap di ruang angkasa yang maha luas.

Jadi intinya,jika kita menjelajah jauh melewati Superkluster Virgo,hati-hati anda tersesat dan tak bisa pulang.Malu bertanya sesat di jalan... bertanya ma siapa? alien... hohohoho :D

Sumber: http://astronesia.blogspot.com/2014/03/dimana-letak-galaksi-kita-di-alam.html